Polisi Kaji Penangguhan Penahanan Tersangka Penghina Risma

Kompas.com - 06/02/2020, 19:55 WIB
Zikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya perihal kasus yang menimpanya, Senin (3/2/2020). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANZikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya perihal kasus yang menimpanya, Senin (3/2/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran membenarkan bahwa tersangka penghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Zikria Dzatil, mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

"Iya, betul. Ini lagi kami proses tahapan-tahapannya," kata Sudamiran, kepada Kompas.com, saat dihubungi, Kamis (6/2/2020).

Sudamiran menuturkan, pengajuan penangguhan penahanan merupakan hak tersangka selaku pihak terlapor.

Baca juga: Mengasuh Balita, Penghina Risma Ajukan Jadi Tahanan Kota

Namun, kata Sudamiran, penyidik harus mempertimbangkan beberapa aspek subyektif sebelum memutuskan untuk mengabulkan atau tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan tersebut.

"Pertimbangan subyektif itu ada tiga hal, pertama bahwa tersangka diyakini apakah nanti melarikan diri atau tidak. Kemudian, ketika mau diperiksa, nanti memudahkan atau mempersulit," ujar Sudamiran.

Selain itu, lanjut Sudamiran, tersangka berkomitmen penuh untuk tidak mengulangi perbuatan serupa dan tersangka tidak berusaha menghilangkan barang bukti yang dapat menghambat proses penyidikan suatu perkara.

"Nah, tiga hal itu sedang kami kaji. Soal nanti dikabulkan atau tidak, itu tergantung dari kajian penyidik nanti," kata Sudamiran.

Sebelumnya, Kuasa hukum Zikria, Advent Dio Randy mengungkap alasan mengapa kliennya mengajukan penangguhan penahanan.

Salah satunya, kata Advent, anak bungsu Zikria yang berusia 2 tahun kurang 1 bulan masih membutuhkan ibunya.

Baca juga: Ini Alasan Tersangka Penghina Risma Ajukan Penangguhan Penahanan

Menurut dia, anak Zikria yang masih balita belum bisa ditinggal lantaran selama ini masih mengonsumsi air susu ibu (ASI).

Di sisi lain, kata Advent, tersangka sampai saat ini selalu kooperatif selama proses penyidikan.

Selain itu, Zikria telah mengaku salah dan menyesali perbuatannya.

Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian, apakah akan mengabulkan atau tidak permohonan penangguhan penahanan yang dilayangkan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai PN Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Seorang Dokter Cuit di Twitter Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Reaksi Pemkot

Regional
Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Jadi Korban Kawanan Begal, Pemilik Yacht Asal Australia Pencet Tanda Sinyal Kapal Karam, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X