Ini Alasan Tersangka Penghina Risma Ajukan Penangguhan Penahanan

Kompas.com - 06/02/2020, 19:07 WIB
Zikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANZikria Dzatil, tersangka pemghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan keterangan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (3/2/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Tersangka penghina Wali Kota Surabaya, Zikria Dzatil, telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada Polrestabes Surabaya.

Kuasa hukum Zikria, Advent Dio Randy mengatakan, alasan kliennya mengajukan penahanan lantaran anaknya yang masih balita masih membutuhkan ibunya.

"Pertama, anaknya masih kecil dan masih membutuhkan sosok seorang ibu. Terus, masih harus menyusui," kata Advent, kepada Kompas.com, saat dihubungi, Kamis (6/2/2020).

Menurut Advent, anak Zikria yang masih balita belum bisa ditinggal.

Baca juga: Penghina Risma Berterima Kasih Telah Dimaafkan

 

Meski telah berusia 2 tahun kurang 1 bulan, anak Zikria itu masih mengonsumsi air susu ibu (ASI).

"Anaknya masih butuh ASI, karena ditahan terpaksa diganti susu formula. Pas waktu besuk, anaknya ngomong mama terus," ujar dia.

Di sisi lain, kata Advent, tersangka sampai saat ini selalu kooperatif selama proses penyidikan.

Selain itu, Zikria telah mengaku salah dan menyesali perbuatannya.

"Jadi, dasar-dasar itu yang kami buat untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan ke penyidik dan pimpinan di Polrestabes Surabaya," tutur dia.

Meski demikian, ia menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian, apakah akan mengabulkan atau tidak permohonan penangguhan penahanan yang dilayangkan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X