Penyebar Hoaks Hilangnya Organ Siswi SMP Tasikmalaya Terancam 10 Tahun Penjara

Kompas.com - 06/02/2020, 18:00 WIB
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (6/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKapolres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (6/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto menyebutkan, penyebar hoaks di media sosial tentang hilangnya organ Delis Sulistina (13), siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang tewas di gorong-gorong, terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Anom mengatakan, selama ini, pelaku mengakui perbuatannya kepada petugas setelah ia diamankan tanpa perlawanan di rumahnya pada Kamis (6/2/2020) siang tadi.

"Pelaku sudah diamankan dan telah mengaku membuat berita bohong atau hoaks. Pelaku diancam Pasal 14 ayat 2 dan 5 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang menyebarkan berita bohong dan berbuat keonaran. Ancaman hukumannya minimal 2 tahun dan maksimal 10 tahun penjara," jelas Anom didampingi Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota kepada wartawan, Kamis sore.

Baca juga: Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Hilangnya Organ Tubuh Siswi SMP di Tasikmalaya

Ditambahkan Anom, pelaku membuat narasi sendiri bahwa jantung dan ginjal mayat Delis telah hilang saat pertama kali ditemukan polisi di status akun Facebook milik pelaku.

Padahal, kondisi mayat korban utuh, dan informasi hoaks ini membuat masyarakat resah dan mempercayai kabar di media sosial tersebut.

"Jadi pelaku buat narasi sendiri setelah dapat info dari WhatsApp. Ia mengubahnya bahwa organnya hilang dan mengklaim dalam statusnya juga info itu sesuai dari keterangan polisi. Padahal, kita tidak pernah memberikan informasi itu," tambah Anom.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi hoaks itu, lanjut Anom, sempat membuat resah masyarakat.

Namun, setelah mendapatkan informasi dari kepolisian melalui media cetak dan elektronik bahwa informasi itu hoaks, masyarakat pun mulai tenang.

"Masyarakat sempat ribut, saya imbau jangan resah. Pelaku informasi hoaks di media sosial telah diamankan. Juga, informasi itu bohong karena seluruh bagian tubuh mayat korban setelah diperiksa lengkap," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota menangkap seorang pria berinisial CCP (40), penyebar berita hoaks di media sosial Facebook terkait hilangnya organ siswi SMP di Tasikmalaya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X