Polisi Tangkap Penyebar Hoaks Hilangnya Organ Tubuh Siswi SMP di Tasikmalaya

Kompas.com - 06/02/2020, 17:50 WIB
Warga Tasikmalaya berkerumun saat evakuasi mayat siswi SMPN 6 Tasikmalaya di gorong-gorong sekolahnya, Senin (27/1/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAWarga Tasikmalaya berkerumun saat evakuasi mayat siswi SMPN 6 Tasikmalaya di gorong-gorong sekolahnya, Senin (27/1/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota menangkap seorang pria berinisial CCP (40), penyebar berita hoaks di media sosial Facebook terkait kematian siswa SMPN 6 di drainase sekolah.

Pelaku berasal dari Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya.

Pria ini mengaku telah mengunggah informasi kronologi beberapa organ hilang saat penemuan mayat Delis Sulistina (13), siswi SMPN 6 Tasikmalaya, di gorong-gorong sekolahnya, Senin (27/1/2020) lalu.

Informasi hoaks ini sempat viral dan membuat masyarakat resah karena disebutkan bahwa jantung dan ginjal korban telah hilang diambil seseorang.

"Saya tulis ulang informasi itu dari seorang teman Facebook dan saya tak pernah tahu kejadian sebenarnya seperti apa. Saya pun tulis di rumah di akun Facebook saya, dan saya tak pernah ke lokasi kejadian melihatnya," jelas CCP (40) saat dimintai keterangan polisi di Ruang Unit Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (6/2/2020) sore.

Baca juga: Polisi Kejar Penyebar Hoaks soal Hilangnya Organ Tubuh Mayat Siswi SMP di Tasikmalaya

Semenjak statusnya yang dibuat pada hari yang sama penemuan mayat itu, lanjut pelaku, ia baru menyadari bahwa tulisan statusnya tersebut viral dan disebarkan lagi oleh teman di akunnya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Informasi itu pun sempat membuat khawatir masyarakat.

Warga pun menanyakan kebenaran informasi dari pelaku di media sosial ke kepolisian dan kamar mayat RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.

Bahkan, masyarakat sempat meyakini kebenaran informasi pelaku di media sosial bahwa mayat Delis adalah korban penculikan. Organ jantung dan ginjalnya telah hilang diambil, lalu mayatnya dibuang di gorong-gorong sekolah.

"Saya kaget Pak, saya sadar sudah meresahkan masyarakat. Saya menyesal dan selama ini saya tak bisa tidur karena pikiran saya terganggu," tambah pelaku kepada wartawan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X