Kompas.com - 06/02/2020, 07:45 WIB
Marwan Alfidri (17), remaja yang mengidap tumor di kaki sebelah kakan sedang duduk di kasur ditemani ibunya, Siti Mariam, di ruang tengah rumahnya di Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (5/2/2020). KOMPAS.COM/IDONMarwan Alfidri (17), remaja yang mengidap tumor di kaki sebelah kakan sedang duduk di kasur ditemani ibunya, Siti Mariam, di ruang tengah rumahnya di Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (5/2/2020).

KAMPAR, KOMPAS.com - Kondisi Marwan Alfidri (17), seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) di Desa Pulau Jambu, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, mengenaskan lantaran mengidap penyakit tumor di lutut kanannya.

Penyakit yang diderita Marwan diduga sama dengan Riska Ramadila (17), pemain voli siswi kelas III SMA di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, yang mengidap tumor ganas di kakinya.

Tumor sebesar bola yang bersarang di lutut sebelah kanan itu membuat aktivitasnya terbatas.

Baca juga: Kisah Marwan, 3 Tahun Menderita Akibat Tumor di Kaki Kanan, hingga Putus SMA

Orangtua Marwan merasa sedikit lega setelah mendapat bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Marwan rencananya akan dibawa berobat ke Jakarta.

Baca juga: Derita Siswi SMA Pemain Voli, Idap Tumor Ganas Sebesar Bola di Kaki

"Ya, alhamdulillah tadi orang dinas kesehatan provinsi datang ke sini untuk membantu kami. Kami sangat bersyukur kepada Allah ada yang mau bantu," ucap Siti Mariam.

Selain itu, dia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak lainnya yang telah datang memberikan bantuan, baik dukungan moril maupun materil.

"Kami terima kasih juga kepada kepolisian dan TNI yang datang ke sini kasih bantuan. Kemudian, terima kasih kami kepada tetangga warga di kampung yang selalu memberikan semangat kepada Marwan," ucap Siti.

Baca juga: TNI Biayai Pengobatan Pemain Voli SMA yang Idap Tumor Ganas ke Jakarta, Keluarga Tolak Amputasi

 

Dibiayai Dinkes Riau, Marwan akan dirujuk ke RSCM Jakarta

Sementara itu, Rosni selaku Kasi Pembiayaan Dinas Kesehatan Riau menyampaikan bahwa Marwan akan dirujuk ke RSCM Jakarta.

Pihaknya telah sepakat dengan keluarga Marwan untuk berangkat ke Jakarta pekan depan, Senin (10/2/2020). Untuk biaya akan ditanggung.

Rosni menjelaskan, bantuan untuk Marwan merupakan bantuan dari program pemerintah Provinsi Riau khusus untuk pasien kurang mampu yang dirujuk ke rumah sakit di pusat.

"Dana ini untuk yang dirujuk ke pusat saja. Jadi kita bantu biaya transportasi, kasih uang kosan (penginapan) dan uang makan Rp 80.000 per hari selama berada di Jakarta. Sedangkan biaya berobat nanti menggunakan KIS (Kartu Indoensia Sehat),' sebut Rosni kepada Kompas.com di rumah Marwan, Rabu.

Baca juga: Harapan Orangtua Pemain Voli SMA Pengidap Tumor Ganas Sembuh Tanpa Amputasi

Dia mengatakan, anggota keluarga untuk pendamping pasien hanya bisa ditanggung satu orang.

Tapi apabila ada anggota keluarga lain yang mau ingin ikut mendampingi, biaya ditanggung sendiri.

"Cuma pasien dan satu pendamping saja. Karena nanti dari dinas akan dampingi juga," kata Rosni.

Baca juga: Berawal dari Kunjungan ke Sekolah, TNI Biayai Pengobatan Pemain Voli SMA yang Idap Tumor Ganas

 

Keluarga pasrah jika kaki Marwan harus diamputasi

Saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Rabu (5/2/2020) sore, Marwan tampak sedang tertidur di kasur yang terbentang di ruangan tengah.

Penyakit tersebut sudah dialaminya lebih kurang tiga tahun.

"Sakit ini sejak tahun 2017. Waktu itu sudah mau tamat SMP," kata Marwan kepada Kompas.com.

Anak pasangan Mualimin (68) dan Siti Mariam (56) ini menceritakan, awalnya dia jatuh saat main bola kaki di sekolahnya.

Baca juga: Cerita di Balik Pemain Voli SMA Idap Tumor Ganas, Sudah 7 Bulan hingga Keluarga Berharap Tak Diamputasi

Menurut Siti, selama ini pengobatan Marwan terbentur biaya walaupun mereka ikut program BPJS.

Meski terbatas biaya, dia mengaku tetap berusaha mencarikan uang untuk mengobati anaknya.

Sementara itu, Siti mengatakan, dia dan keluarganya sudah bersedia jika kaki Marwan diamputasi. Saat ini tinggal menunggu keputusan dari Marwan sendiri.

"Kami sudah bersedia kalau tidak ada jalan lain lagi," ujarnya.

Baca juga: Kisah Pemain Voli SMA Idap Tumor Ganas, Berawal dari Jatuh hingga Opsi Amputasi

 

Marwan sempat 'down" dengar kakinya harus diamputasi

Siti mengaku Marwan sempat down setelah mendengar kakinya harus diamputasi. Bahkan tidak mau lagi dibawa ke rumah sakit.

Sehingga, pihak keluarga kembali mencari pengobatan alternatif.

"Tapi pada tahun 2019 lalu, dia mau lagi dibawa ke rumah sakit," kata Siti.

Baca juga: Bintang, Enam Tahun Bertahan dengan Tumor Ganas di Mulut

"Waktu itu dicek dokter, katanya kaki Marwan ada indikasi tumor ganas."

"Jadi harus diamputasi, kalau tidak akan menyebar ke badannya. Tapi dia gak mau diamputasi," cerita Siti.

Baca juga: Kisah Pilu Balita Aina yang Menderita Kanker Kulit Langka dan Tumor Ganas di Mata



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X