Kompas.com - 28/01/2020, 09:30 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan, ada empat mahasiswa asal NTB yang sedang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Kota Wuhan, China.

Dari empat mahasiswa NTB di Wuhan, 2 di antaranya masih di Wuhan, dan duanya lagi sudah berada di Indonesia, karena sebelum virus corona mengancam kota Wuhan, dua mahasiswa sudah meninggalkan kota tersebut untuk pulang berlibur ke Indonesia.

Baca juga: 4 Mahasiswa Asal Riau Ingin Keluar dari Wuhan karena Khawatir Corona

Sekretaris LPP NTB Srihartuti menyebutkan, kondisi kedua mahasiswa tersebut masih aman dan sedang mendapatkan penanganan dari pihak kampus.

“Alhamdulilah untuk anak-anak LPP NTB sendiri dalam keadaan sehat, kami tetap memantau kondisi mereka siang dan malam, kami berkoordinasi via WhatApp, dan sudah berkoordinasi dengan Dekan Kampus,” ungkap Srihartuti, di kantornya, Senin (27/1/2020)

Srihartuti menyebutkan, semenjak mencuat isu virus corona, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bersama Konsultan Jenderal China untuk melakukan pengamanan terhadap mahasiswa LPP NTB.

“LPP sendiri sudah melakukan koordinasi mulai pihak KBRI Indonesia, kemudian Konsulat Jenderal China dari Denpasar, dari kejadian tersebut kami sudah melakukan komunikasi bahkan kami sudah mengirimkan surat permohonan untuk kesehatan dan kemananan,” terang Sri.

Kondisi terakhir mahasiswa di Wuhan saat dihubungi LPP NTB Senin pagi, kedua mahasiswa tersebut masih dalam keadaan sehat dan aman.

Baca juga: Orangtua Mahasiswa Unesa Minta Anaknya Segera Dievakuasi dari Wuhan

 

Kendati demikian oleh pihak kampus setempat menyarankan agar para mahasiswa tetap berada di asrama, menjauhi kerumunan publik.

“Kondisi mereka dalam keadaan sehat, memang disarankan menjauhi kerumunan publik. Jadi di kampus sangat baik sekali manajemen kampusnya, jadi di asrama setiap pagi dicek kesehatannya,” kata Sri.

Sebanyak 21 mahasiswa asal NTB yang berada di China, 4 di antaranya di kota Wuhan.

Dua mahasiswa yang masih berada di Wuhan telah berkomunikasi dengan keluarganya masing-masing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.