Kompas.com - 28/01/2020, 09:30 WIB
Sebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).

MATARAM, KOMPAS.com - Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan, ada empat mahasiswa asal NTB yang sedang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Kota Wuhan, China.

Dari empat mahasiswa NTB di Wuhan, 2 di antaranya masih di Wuhan, dan duanya lagi sudah berada di Indonesia, karena sebelum virus corona mengancam kota Wuhan, dua mahasiswa sudah meninggalkan kota tersebut untuk pulang berlibur ke Indonesia.

Baca juga: 4 Mahasiswa Asal Riau Ingin Keluar dari Wuhan karena Khawatir Corona

Sekretaris LPP NTB Srihartuti menyebutkan, kondisi kedua mahasiswa tersebut masih aman dan sedang mendapatkan penanganan dari pihak kampus.

“Alhamdulilah untuk anak-anak LPP NTB sendiri dalam keadaan sehat, kami tetap memantau kondisi mereka siang dan malam, kami berkoordinasi via WhatApp, dan sudah berkoordinasi dengan Dekan Kampus,” ungkap Srihartuti, di kantornya, Senin (27/1/2020)

Srihartuti menyebutkan, semenjak mencuat isu virus corona, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) bersama Konsultan Jenderal China untuk melakukan pengamanan terhadap mahasiswa LPP NTB.

“LPP sendiri sudah melakukan koordinasi mulai pihak KBRI Indonesia, kemudian Konsulat Jenderal China dari Denpasar, dari kejadian tersebut kami sudah melakukan komunikasi bahkan kami sudah mengirimkan surat permohonan untuk kesehatan dan kemananan,” terang Sri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi terakhir mahasiswa di Wuhan saat dihubungi LPP NTB Senin pagi, kedua mahasiswa tersebut masih dalam keadaan sehat dan aman.

Baca juga: Orangtua Mahasiswa Unesa Minta Anaknya Segera Dievakuasi dari Wuhan

 

Kendati demikian oleh pihak kampus setempat menyarankan agar para mahasiswa tetap berada di asrama, menjauhi kerumunan publik.

“Kondisi mereka dalam keadaan sehat, memang disarankan menjauhi kerumunan publik. Jadi di kampus sangat baik sekali manajemen kampusnya, jadi di asrama setiap pagi dicek kesehatannya,” kata Sri.

Sebanyak 21 mahasiswa asal NTB yang berada di China, 4 di antaranya di kota Wuhan.

Dua mahasiswa yang masih berada di Wuhan telah berkomunikasi dengan keluarganya masing-masing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X