Orangtua Mahasiswa Unesa Minta Anaknya Segera Dievakuasi dari Wuhan

Kompas.com - 28/01/2020, 05:13 WIB
Petugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu. AFP/HECTOR RETAMALPetugas keamanan berpatroli di pasar ikan tradisional Huanan di kota Wuhan, China, Jumat (24/1/2020). Pasar ikan itu ditutup setelah virus corona yang mematikan dideteksi berasal dari pasar itu.

SURABAYA, KOMPAS.com - Orangtua mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang masih terisolasi di Wuhan, China, meminta Pemerintah Indonesia segera mengevakuasi atau bahkan memulangkan seluruh mahasiswa ke Tanah Air.

Trisuto Kustihandono (53), ayah dari Aprilia Mahardini, mahasiswi Unesa yang menempuh program beasiswa bahasa Mandarin di Central China Normal University (CCNU), di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Tengah, khawatir akan kondisi kesehatan anaknya seiring merebaknya virus corona di Wuhan, China.

"Anak saya menginginkan untuk segera dievakuasi. Masalahnya, bagaimanapun juga dia itu kan masih muda, secara mentalitas juga masih labil," kata Trisuto, saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Baca juga: 12 Mahasiswa Terisolasi di Wuhan, Unesa Kirim Bantuan Biaya Hidup

"Kalau kondisi di sana terus menerus seperti itu, ditempatkan di ruang isolasi, tertekan dengan adanya pemberitaan soal peredaran virus corona, otomatis akan mempengaruhi mentalnya," ujar dia.

Berdasarkan kabar yang ia dapat dari putrinya di Wuhan, keadaan di Kota Wuhan seperti kota mati.

Terlebih, sejak 23 Januari 2020, semua alat transportasi, baik kereta api, bus, maupun pesawat dari dan ke Wuhan ditutup total untuk sementara.

Ia mencemaskan kondisi anaknya apabila berlama-lama berada di ruang isolasi dan harus selalu diawasi ketika akan bepergian.

"Saya sebagai orangtua juga mencemaskan. Kami juga kepikiran bagaimana nasib anak saya di sana dengan kondisi kota seperti itu," tutur Trisuto.

Di sisi lain, meski kebutuhan pokok tidak terganggu, namun keberadaan masker disebut semakin langka.

Apabila opsi untuk memulangkan mahasiswa Unesa ke Indonesia belum memungkinkan, ia menginginkan agar seluruh mahasiswa dievakuasi ke tempat yang lebih aman, seperti Beijing atau kota-kota lain yang lebih kondusif.

Halaman:
Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X