Nelayan Temukan 10 Peluru Senjata AK-47 Saat Menyelam di Bali

Kompas.com - 23/01/2020, 19:49 WIB
Warga menyerahkan peluru hasil temuannya ke anggota TNI. Dok. Polres BulelengWarga menyerahkan peluru hasil temuannya ke anggota TNI.

BULELENG, KOMPAS.com - Seorang nelayan di Buleleng, Bali bernama Gede Wiadnyana menemukan 13 butir peluru saat menyelam di Pantai Penimbangan, pada Minggu (19/1/2020) lalu.

Saat itu, Gede menyelam di kedalaman dua meter dan berjarak lima meter dari bibir pantai.

Baca juga: Selongsong dan Peluru Ditemukan di Lokasi Penembakan Bus Karyawan Freepot

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, pihaknya masih menyelidiki siapa pemilik peluru tersebut.

"Peluru diserahkan ke petugas pada Senin," kata Sumarjaya, Kamis (23/1/2020).

Setelah diserahkan, maka dilakukan uji laboratorium.

Hasilnya diketahui bahwa 10 butir peluru berjenis 303 MK VII PP-YU. Kemudian kalibernya 7,62 milimeter dan cocok digunakan untuk senis senjata AK 47.

Baca juga: Petugas Sampah di Mimika, Papua, Temukan 60 Peluru Aktif di TPA

Lalu dua butir peluru dengan jenis FEN-38 SPL WINCESTER berkaliber 38 milimeter. Jenis tersebut digunakan untuk senjata S&W Revolver.

Kemudian sebutir peluru berjenis PSD 84 M 11x19 M.

Setelah diperiksa, peluru tersebut dinyatakan tidak aktif karena kondisi berkarat.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Viral Video Salam Dua Periode untuk Petahana, Bawaslu Periksa Camat di Jember

Regional
Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X