Bupati Nonaktif Lampung Utara Berkelit Saat Beri Kesaksian Kasus Suap Fee Proyek

Kompas.com - 20/01/2020, 18:21 WIB
Bupati (non aktif) Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara (tengah, berbatik) menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (20/1/2020). Agung menyebutkan uang suap fee proyek sebesar Rp200 juta yang ditemukan KPK dalam OTT adalah uang hasil penjualan tanah. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYABupati (non aktif) Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara (tengah, berbatik) menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (20/1/2020). Agung menyebutkan uang suap fee proyek sebesar Rp200 juta yang ditemukan KPK dalam OTT adalah uang hasil penjualan tanah.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Bupati (nonaktif) Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara memberikan keterangan berbelit saat menjadi saksi kasus suap fee proyek Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara.

Agung dihadirkan sebagai saksi atas perkara suap dengan terdakwa Hendra Wijaya dan Candra Safari di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Senin (20/1/2020).

Dalam persidangan kali ini, Agung membantah menerima uang sebanyak Rp 200 juta dari Raden Syahril, orang kepercayaan sekaligus pamannya, sebagai bentuk uang suap fee proyek.

Uang Rp 200 juta tersebut ditemukan di kamar tidur rumah dinas bupati pada malam Agung tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) pada Minggu (6/10/2019) lalu.

“Raden memberikan saya uang Rp 200 juta. Tapi, saya tidak tahu dari mana dan untuk apa (uang itu),” kata Agung.

Baca juga: KPK Dalami Aliran Dana ke Kantong Bupati Lampung Utara Nonaktif

Keterangan Agung ini kemudian berubah, ketika Jaksa Penuntut KPK Taufiq Ibnugroho mengulang kembali pertanyaan asal muasal uang sebesar Rp 200 juta yang diberikan oleh Raden Syahril itu.

“Saya tidak tahu tujuannya apa, karena sebelum saya terima uang itu, Raden hanya bilang ‘ada lah’,” kata Agung.

Jawaban Agung yang sebelumnya tidak tahu, kemudian menyebut bahwa uang itu merupakan hasil penjualan tanah miliknya.

“Saya pernah sampaikan untuk menjual tanah sebesar Rp 400 juta. Saya baru tahu dari KPK ketika masuk rumah bahwa uang itu dari Hendra,” kata Agung.

Keterangan ini berbeda dengan dakwaan KPK yang menyebutkan terdakwa Hendra Wijaya (kontraktor) telah memberikan sejumlah uang suap fee proyek kepada Wan Hendri yang saat itu menjabat Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara melalui Raden Syahril.

Hendra menyerahkan uang Rp 300 juta kepada Wan Hendri, kemudian Wan Hendri menyerahkan uang Rp 240 juta pada Raden Syahril (sejumlah Rp 60 juta masih berada di Wan Hendri).

Baca juga: Penyuap Bupati Lampung Utara Biayai 16 Proyek Pakai Dana Pribadi

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X