Penyuap Bupati Lampung Utara Biayai 16 Proyek Pakai Dana Pribadi

Kompas.com - 19/12/2019, 18:14 WIB
Dua terdakwa kasus suap Bupati Lampung Utara, Hendra Wijaya (kiri) dan Candra Safari (kanan) di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (19/12/2019). Terdakwa Candra sempat membiayai 16 proyek Dinas PUPR Lampung Utara menggunakan dana pribadinya. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYADua terdakwa kasus suap Bupati Lampung Utara, Hendra Wijaya (kiri) dan Candra Safari (kanan) di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (19/12/2019). Terdakwa Candra sempat membiayai 16 proyek Dinas PUPR Lampung Utara menggunakan dana pribadinya.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Terdakwa suap Bupati Lampung Utara Candra Safari diketahui selama dua tahun menggunakan uang pribadi untuk membiayai belasan proyek di Kabupaten Lampung Utara.

Fakta itu terungkap saat sidang perdana kasus suap Bupati Lampung Utara di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Kamis (19/12/2019).

Jaksa Penuntut Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) Taufiq Ibnugroho dalam dakwaannya mengatakan, pada tahun 2017 terdakwa Candra mengerjakan 11 proyek Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara dengan nilai anggaran lebih dari Rp 1,2 miliar.

“11 proyek ini sudah selesai dikerjakan terdakwa pada tahun 2017 menggunakan dana pribadi dari terdakwa. Pada Desember 2017, terdakwa mengajukan pencairan, namun tidak bisa dibayarkan karena tidak keluar Surat Permintaan Dana yang dari kepala dinas PUPR,” kata Taufiq.

Baca juga: Satu Terdakwa Kasus Suap Bupati Lampung Utara Ingin Jadi Justice Collaborator

Kemudian pada tahun 2018, terdakwa kembali mendapatkan lima proyek dari Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara senilai Rp 500 juta.

Proyek di tahun itu, terdakwa juga menggunakan dana pribadi karena saat pencairan tidak ada surat permintaan dana dari dinas terkait.

Terdakwa, kata dia, pada bulan September 2019 baru menerima pembayaran atas 13 proyek yang telah dikerjakan tahun 2017-2018.

Setelah menerima pencairan dana, kata dia, terdakwa menemui Kepala Dinas PUPR, Syahbudin menghitung komitmen fee untuk diberikan kepada Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara.

Komitmen fee sebesar 30 persen ini merupakan persyaratan agar terdakwa mendapatkan proyek-proyek tersebut.

Baca juga: KPK Dalami Aliran Dana ke Kantong Bupati Lampung Utara Nonaktif

Syahbudin menyampaikan persyaratan itu kepada terdakwa Candra pada 2017 lalu.

“Syahbudin meminta agar terdakwa menyerahkan uang fee sebanyak Rp500 juta untuk diberikan kepada Agung Ilmu Mangkunegara. Namun, karena belum ada uang, terdakwa hanya menyanggupi memberikan Rp350 juta terlebih dahulu,” kata Taufiq.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Dahlan Iskan Sudah Negatif Covid-19, Segera Pulang dari Rumah Sakit

Regional
Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Ini Harapan Khofifah kepada Listyo Sigit Setelah Dilantik Jokowi Jadi Kapolri

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Januari 2021

Regional
Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Koleksi Benda Antik di Museum Sulawesi Tenggara Digondol Maling, Pelaku Jebol Kunci Penyimpanan

Regional
Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun,  Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Oknum Pendamping PKH Gelapkan Dana Bansos Rp 107 Juta Selama 2 Tahun, Korban Tak Tahu Namanya Jadi Penerima

Regional
Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Ketua DPRD dan Sekda Pamekasan Gagal Disuntik Vaksin, Ini Penyebabnya...

Regional
Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Napi Lapas Merah Mata Palembang Diduga Otak Jaringan Narkoba Internasional, Pasok Ratusan Kg Sabu ke Indonesia

Regional
Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Vaksinasi Covid-19 Pejabat Majalengka Dilakukan Secara Terbuka pada 3 Februari

Regional
Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Kisruh Pilkada Bandar Lampung Selesai, MA Anulir Keputusan KPU yang Batalkan Paslon Pemenang

Regional
Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, 150 Warga Turgo Sleman Mengungsi

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Pelanggar Protokol Kesehatan di Cianjur Didominasi Milenial, Abai Pakai Masker

Regional
Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Ingin Tanam Kelapa, Warga Aceh Utara Malah Temukan Bom

Regional
Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Dua dari Sepuluh Pekerja yang Terjebak di Lubang Galian Tambang di Kalsel Ditemukan Meninggal

Regional
Gelap Mata Ditolak Jadi Pacar, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di Parit Sawah

Gelap Mata Ditolak Jadi Pacar, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di Parit Sawah

Regional
2 Minggu Dirawat di Jakarta, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Sembuh dari Covid-19

2 Minggu Dirawat di Jakarta, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Sembuh dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X