Menjaga Benteng Terakhir Badak Sumatera di Ujung Barat Indonesia...

Kompas.com - 20/01/2020, 06:07 WIB
Badak Sumatera yang berhasil terekam camera trap di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Courtesy: Balai Besar Taman Nasional Gunung LeuserBadak Sumatera yang berhasil terekam camera trap di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh.
Editor Rachmawati

“Kami sudah menetapkan side monitoring. Itu menetapkan satu areal yang intensif dan potensial menjadi habitat badak. Kami pasang camera trap di situ. Luas side monitoring sekitar 19.000 hektar. Kami juga melakukan survei untuk mengetahui individu ada berada di situ. Kami juga ingin memantau bagaimana proses reproduksi badak karena indikator keberhasilan dari suatu habitat penunjang satwa liar itu salah satunya adalah melalui reproduksi. Kami lakukan itu khusus di side monitoring,” jelas Adhi.

“Ketersediaan pakan kemudian kondisi fisik lingkungan yang bisa membatasi peluang reproduksi antara jantan dengan betina itu bisa mengurangi proses reproduksi,” katanya.

Baca juga: Bayi Tabung, Upaya Peneliti Selamatkan 2 Badak Putih Utara Terakhir

Rencana aksi darurat

Untuk meningkatkan populasi badak sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang menyusun rencana emergency action plan (rencana aksi darurat) khusus untuk badak yang tersebar di seluruh wilayah Sumatera.

“Jika habitatnya kurang dari 15 individu itu akan ditranslokasi ke sanctuary, dimonitor sehingga proses reproduksinya bisa berkembang. Pertimbangannya apabila populasinya sedikit dikhawatirkan karena proses reproduksi badak sangat sensitif itu malah tidak terjadi reproduksi. Maksud dari rencana aksi darurat diharapkan mengembalikan perkembangan populasi badak tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Peringati Hari Badak Sedunia, Kenali 5 Fakta Satwa Terancam Punah Ini

Hal senada juga dijelaskan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto.

Menurut Agus, salah satu cara menyelamatkan populasi badak adalah dengan membangun tempat pelestarian badak sumatera di Aceh Timur.

“Secara umum, mari kita jaga kawasan hutan yang merupakan habitat dari satwa liar di Aceh, termasuk badak. Sehingga, dengan kita menjaga habitatnya, otomatis kelestarian satwa itu dan populasinya dapat meningkat dengan baik,” ucap Agus dilansir dari VOA Indonesia.

Baca juga: Badak Ini Seruduk dan Empaskan Mobil Beserta Pawang Taman Safari di Dalamnya

Sementara itu, dilansir dari laman resmi World Wide Fund for Nature (WWF), dijelaskan bahwa perburuan badak sumatera dilakukan untuk mengambil cula dan bagian tubuh lainnya untuk bahan obat tradisional.

Selain itu, disebutkan juga bahwa rusaknya habitat hutan menjadi ancaman utama bagi kelangsungan hidup badak sumatera yang tersisa.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X