Usai Bunuh Ibu dan Anak, Pria Ini Lapor ke Polisi, Terungkap Karena Bercak Darah pada Uangnya

Kompas.com - 16/01/2020, 19:00 WIB
Polres Muarojambi menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan Boru Tambunan dan putrinya yang terjadi pada Sabtu (11/1) malam. Konpers digelar di Mapolres Muarojambi, Selasa (14/1/2020).  Sumber:Tribunjambi.com/Samsul Bahri Polres Muarojambi menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan Boru Tambunan dan putrinya yang terjadi pada Sabtu (11/1) malam. Konpers digelar di Mapolres Muarojambi, Selasa (14/1/2020). Sumber:Tribunjambi.com/Samsul Bahri


KOMPAS.com- Seorang pria di Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi, Jambi berinisial HT (25) tega membunuh seorang ibu, T (40) dan anaknya, N (16).

T dan N diketahui masih memiliki ikatan saudara dengan HT. T merupakan bibi HT dan N adalah sepupunya.

Usai membunuh T dan N, HT melapor pada polisi. Ia berperilaku seolah-olah dirinya saksi yang pertama kali menemukan jenazah N dan T.

Baca juga: Otak Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Palembang Dituntut Hukuman Mati

Kronologi

Berawal dari Uang yang Ada Bercak Darahnya, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu & Anak di Muarojambi. Sumber: Tribunjambi.com/Samsul Bahri Berawal dari Uang yang Ada Bercak Darahnya, Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Ibu & Anak di Muarojambi. Sumber: Tribunjambi.com/Samsul Bahri

Pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (11/1/2020) malam di kamar mess PT Marwa Bangun Persada di Kecamatan Maro Sebo, Muaro Jambi, Jambi.

Selama ini HT, T dan N memang tinggal di mess tersebut lantaran bekerja di sana.

Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto mengemukakan, saat itu HT memanggil sepupunya, N (16).

Ia bermaksud menitipkan uang sebesar Rp2,4 juta ke N.

Kepada N, HT meminta uang tersebut dikirimkan melalui ATM untuk istri HT di Kecamatan Kandis, Kabupaten Indragiri Hilir.

Baca juga: Rekonstruksi Tahap II Pembunuhan Hakim PN Medan: Adegan Eksekusi Jamaludin hingga Saat Mayatnya Dibuang

"Kemudian korban dan pelaku kembali ke dalam kamar masing-masing yang posisi kamarnya bersebelahan. Sesaat kemudian korban bersama ibunya, T memanggil pelaku dan menanyakan kejelasan uang yang dititipkan pelaku tadi," kata Kapolres seperti dilansir dari Tribun Jambi.

T dan N, kata Kapolres, saat itu menunjukkan sikap kesal dan sempat membanting pintu kamar mereka.

"Melihat sikap kedua korban, tersangka sakit hati dan masuk ke dalam kamarnya dengan mengambil pisau dan senapan angin miliknya di peluru 1 butir, kemudian di pompa sebanyak 6 kali," ungkap Kapolres.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Kesal Istri Sering Diintip Saat Mandi, Suami Aniaya Paman hingga Tewas

Regional
Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Beruang Madu Masuk ke Permukiman Warga di Riau, Diusir Pakai Mercon

Regional
Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Bunker Peninggalan Belanda Ditemukan di Bawah Rumah Warga di Klaten

Regional
Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Seorang Pria Dihakimi Massa, Diduga Perkosa Balita 16 Bulan

Regional
Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Orangtua Mayat Balita Tanpa Kepala Masih Tak Percaya Anaknya Tewas karena Tercebur ke Selokan

Regional
Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Korban Pembacokan Gara-gara Kentut Alami Kritis di Rumah Sakit Padang

Regional
Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Sebelum Ditangkap, Jurnalis Mongabay Asal AS Jadi Tahanan Kota Sebulan

Regional
Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Soal Sunda Empire, Polisi Periksa 8 Saksi dari Kesbangpol, Staf UPI, hingga Ahli Sejarah

Regional
Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Beraksi di 18 TKP, Residivis Curanmor Ini Ditembak Polisi

Regional
Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Cerita Darmini Jual Bayi yang Baru Dilahirkan, Dijanjikan Rp 5 Juta: Tidak Ada Uang untuk Mengurusnya

Regional
Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Sepanjang 2018, Sunda Empire Sudah 4 Kali Berkegiatan di Kampus UPI

Regional
Cerita Warga Tak Tahu Mesin ADM, Padahal Bisa Cetak e-KTP dan KK Tanpa Antre

Cerita Warga Tak Tahu Mesin ADM, Padahal Bisa Cetak e-KTP dan KK Tanpa Antre

Regional
Kasus Guru Ngaji Cabuli 2 Santri, Pimpinan Pesantren: Dia Bukan Ustaz, tapi Teknisi

Kasus Guru Ngaji Cabuli 2 Santri, Pimpinan Pesantren: Dia Bukan Ustaz, tapi Teknisi

Regional
Penculik Siswi SMA yang Kabur Saat Diperiksa Polisi Akhirnya Ditangkap

Penculik Siswi SMA yang Kabur Saat Diperiksa Polisi Akhirnya Ditangkap

Regional
Jurnalis Mongabay Asal AS Ditahan di Palangkaraya karena Penyalahgunaan Izin Tinggal

Jurnalis Mongabay Asal AS Ditahan di Palangkaraya karena Penyalahgunaan Izin Tinggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X