Otak Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Palembang Dituntut Hukuman Mati

Kompas.com - 16/01/2020, 14:58 WIB
Akbar Al Farizi (34) otak pelaku pembunuhan serta perampokan Sofyan (44) sopir taksi online saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Kamis (16/1/2020). Dalam sidang tersebut, Akbar dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman mati. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAAkbar Al Farizi (34) otak pelaku pembunuhan serta perampokan Sofyan (44) sopir taksi online saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang, Kamis (16/1/2020). Dalam sidang tersebut, Akbar dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman mati.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Akbar Al Farizi (34), otak pelaku pembunuhan serta perampokan Sofyan (44) yang merupakan sopir taksi online dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman mati, Kamis (16/1/2020).

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang, Akbar terbukti melakukan perencanaan pembunuhan serta perampokan terhadap Sofyan pada 29 Oktober 2018 lalu, untuk mengambil mobil milik korban bersama ketiga teman lainnya, yakni Acundra (21) dan Ridwan (45)  serta FR(16).

Jaksa Penuntut Umum, Purnama Sofyan mengatakan, mereka menuntut tersangka dengan Pasal 340 KUHP ayat 3 tentang perencanaan pembunuhan.

Baca juga: Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Palembang

 

Dari hasil pemeriksaan, Akbar telah merencanakan perampokan sopir taksi online secara matang.

Bahkan, sebelum mendapatkan korban, Akbar dan tiga temannya sempat mengincar dua korban lain namun gagal.

"Perbuatan terdakwa tidak berprikemanusiaan dan melibatkan seorang anak di bawah umur. Terdakwa secara sah meyakinkan melakukan pembunuhan berencana dan melanggar pasal 340 KUHP dan dituntut hukuman pidana mati," kata Purnama di dalam ruang sidang.

Menurut Purnama, dalam kasus tersebut dua terdakwa lain sudah dijatuhi vonis hukuman mati, yakni Acundra dan Ridwan. Sementara satu tersangka inisial FR divonis dengan hukuman 10 tahun penjara.

Hukuman maksimal tersebut diberikan kepada para terdakwa sebagai efek jera untuk pelaku lain yang ingin melakukan aksi serupa. Selain itu, para sopir taksi online bisa kembali bekerja secara aman.

"Kita harapkan kejadian ini tak terulang lagi dan menimbulkan efek jera bagi para pelaku," ujarnya.

Sementara, ketua Majelis Hakim Efrata memberikan waktu selama satu pekan kepada Akbar bersama kuasa hukumnya untuk menyampaikan nota pembelaan atau pledoi atas tuntutan yang diberikan oleh Jaksa.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X