Lantik 44 Kepala Desa, Bupati Semarang: Hati-hati Gunakan Dana Desa

Kompas.com - 16/01/2020, 08:02 WIB
Bupati Semarang Mundjirin melantik 44 kepala desa hasil Pilkades 2019 KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANABupati Semarang Mundjirin melantik 44 kepala desa hasil Pilkades 2019


UNGARAN, KOMPAS.com - Sebanyak 44 kepala desa hasil Pilkades serentak 2019 dilantik Bupati Semarang, Mundjirin.

Mereka diminta berhati-hati saat menggunakan anggaran dana desa yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

"Hati-hati dengan dana desa karena jumlahnya sangat besar. Jangan sampai kena masalah hukum karena dana desa. Tujuan dana desa itu untuk digunakan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya, Rabu (15/1/2020) di Rumah Dinas Bupati Semarang.

Baca juga: Dana Desa Mengendap, Kemenkeu Siapkan Sanksi

Mundjirin juga meminta agar kepala desa yang dilantik menghapus sekat antara warga yang terjadi saat pilkades.

"Saat ini kepala desa milik semua warga, tidak ada lagi kelompok-kelompok. Kepala desa harus menjadi ujung tombak di masyarakat dan mengayomi semua," jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Semarang, Heru Purwantoro, mengatakan dari 44 kepala desa yang dilantik, 29 di antaranya adalah incumbent.

"Sebetulnya incumbent yang maju lagi ada 41 orang, tapi yang menang lagi ada 29 orang," ungkapnya.

Heru mengatakan, selama proses pilkades serentak ada beberapa gejolak, namun berhasil diredam di tingkat pokja kecamatan.

Persoalan tersebut adalah dugaan money politics dan ancaman demo warga.

"Tapi semua terselesaikan dan pilkades kondusif," paparnya.

Dia menilai, Pilkades 2019 terhitung berhasil karena partisipasi masyarakat cukup tinggi, dengan rata-rata mencapai 85 persen.

Baca juga: Hindari Desa Fiktif, Kemenkeu Perketat Penyaluran Dana Desa

Dari 44 desa di 18 kecamatan, partisipasi tertinggi ada di Desa Tanjung dengan 94,06 persen dan yang terendah di Desa Sukosari, 71 persen.

Heru meminta kepala desa yang dilantik segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa.

"Apalagi ini menyangkut perubahan skema pembayaran dana desa yang harus sesuai RPJM. Jika sebelumnya skema pembayaran adalah 20 persen di awal dan selanjutnya 40 persen dan terakhir 40 persen, sekarang dibalik. Yakni 40 persen pertama, 40 persen kedua, dan terakhir 20 persen," paparnya.

Dia juga berpesan agar kepala desa memanfaatkan dana desa dengan sebaiknya.

Apalagi selama periode 2015 sampai 2019, tidak ada kepala desa yang tersangkut masalah karena dana desa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan Ular Berbisa via Pesawat

Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan Ular Berbisa via Pesawat

Regional
4 Nelayan Bengkulu Hilang di Laut Lepas Sejak 23 Hari Lalu

4 Nelayan Bengkulu Hilang di Laut Lepas Sejak 23 Hari Lalu

Regional
Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Pria Beristri Ini Mengaku Ingin Jadi Pacar Korban

Bawa Kabur Gadis di Bawah Umur, Pria Beristri Ini Mengaku Ingin Jadi Pacar Korban

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Bali, Ada Gangguan Jantung dan Kencing Manis

Pasien Covid-19 Meninggal di Bali, Ada Gangguan Jantung dan Kencing Manis

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar: Saya Minta Korban Melapor agar Cepat Selesai

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar: Saya Minta Korban Melapor agar Cepat Selesai

Regional
Khofifah dan Emil Dardak Kirim Ucapan Selamat HUT Ke-727 Surabaya, Ini Kata Sosiolog

Khofifah dan Emil Dardak Kirim Ucapan Selamat HUT Ke-727 Surabaya, Ini Kata Sosiolog

Regional
Gadis ABG Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya, Terungkap Setelah Korban Menikah

Gadis ABG Dicabuli Kakek dan Teman Kakaknya, Terungkap Setelah Korban Menikah

Regional
Korban Keracunan Nasi Kuning Ulang Tahun Bertambah Jadi 40 Orang, Mayoritas Anak-anak

Korban Keracunan Nasi Kuning Ulang Tahun Bertambah Jadi 40 Orang, Mayoritas Anak-anak

Regional
Sulamah, Istri Wali Kota Tidore Kepulauan, Meninggal karena Corona

Sulamah, Istri Wali Kota Tidore Kepulauan, Meninggal karena Corona

Regional
Seorang Wanita Ditangkap karena Bunuh dan Buang Bayi ke Selokan

Seorang Wanita Ditangkap karena Bunuh dan Buang Bayi ke Selokan

Regional
Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Bayi 6 Hari Positif Covid-19 dan Disebut Kasus Pertama di Indonesia

Regional
Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Di Jatim, Anak Tenaga Kesehatan yang Tangani Covid-19 Bebas Masuk SMA Negeri

Regional
38 Warga Keracunan Usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

38 Warga Keracunan Usai Santap Nasi Kuning di Acara Ulang Tahun

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Ayah Setubuhi 2 Anaknya hingga Hamil | Polisi Ketakutan Dipeluk Keluarga Pasien Covid-19

Regional
Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Usir Petugas Ber-APD yang Jemput PDP Kabur, Warga: Balik, di Sini Tak Ada Corona!

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X