Kompas.com - 14/01/2020, 10:17 WIB
Foto : Lubang-lubang akibat penambangan galian C di Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT. KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Lubang-lubang akibat penambangan galian C di Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT.

MAUMERE, KOMPAS.com - Puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum di Desa Egon, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diterjang banjir bandang sejak akhir Desember 2019.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Namun, aktivitas warga terganggu karena banjir yang menggenangi rumah warga hingga setinggi 60 sentimeter.

Warga menduga, musibah banjir itu disebabkan aktivitas galian C yang membuat aliran sungai menjadi mampet.

Baca juga: Membuat Rumah Ikan Apung, Siasat Nelayan Pamekasan Saat Cuaca Ekstrem

Joni Carvaloy yang merupakan warga setempat mengatakan, banjir bandang yang menerjang desanya itu disebabkan aliran sungai yang mampet.

Sebab, di sekitaran sungai dan permukiman warga ada aktivitas penambangan batu dan pasir yang dilakukan sejumlah perusahan tambang galian C. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kan gara-gara beberapa perusahaan penambang galian c menutup jalur air di Kali Waigete menuju ke laut. Jadinya, air kali tersumbat dan meluap ke rumah warga, puskesmas, dan gedung sekolah," kata Joni.

Warga sekitar merasa protes kepada pemerintah daerah dan juga perusahaan tambang galian C itu tidak pernah didengarkan. 

Fakta di lokasi lubang tambang galian

Pada Senin (13/1/2019), Kompas.com menyusuri areal tambang di Desa Egon, Kecamatan Waigete.

Luas areal tambang sekitar lebih dari 5 hektar.

Lubang dengan kedalaman sekitar puluhan meter menganga di mana-mana akibat penambangan. 

Perusahaan yang menambang di lokasi ini juga menggali tambang di bantaran Kali Waigete.

Kali Waigete pun tertutup batu besar yang digali.

Baca juga: Warga Korban Tanah Longsor di NTT Masih Tinggal di Rumah Gendang

Bahkan, perusahaan penambang juga menutup aliran air di kali Waigete. 

Hal itu diduga yang mengakibatkan air kali tersumbat.

Saat hujan, air diduga tidak mengalir dapat mengalir ke laut, tetapi menyebar dan meluap ke wilayah pemukiman warga. 

Sudah tidak ada beda antara lokasi galian tambang dan kali.

Perusahaan penambang juga menambang di pinggir kali dan menjadikan kali jalan masuk dan keluar untuk mengambil material. 

Tambang-tambang galian c itu digali menggunakan alat berat ekskavator.

Saat pantauan di lokasi, tampak ada 4 ekskavator yang sedang parkir. Tetapi, tidak ada aktivitas penambangan. 

Bencana yang menghantui warga

Stevanus, warga Desa Egon yang rumahnya dekat lokasi tambang mengatakan, banjir bandang 2 pekan lalu itu disebabkan air Kali Waigete yang tertutup batu galian C.

Perusahaan tambang membuat jalan dengan menutup Kali Waigete, agar bisa dilalui kendaraan dump truck. 

"Jika tidak segera ditertibkan, dampak galian C ini lebih besar lagi. Apalagi lubang-lubang galian sudah sangat dalam, kalau hujan seperti danau. Kami yang rumah dekat ini tidak nyaman betul. Tanah saya juga terancam longsor akibat galian C ini," kata Stevanus.

Baca juga: Gubernur Viktor: Kalau Investor Bawa Uang ke NTT, Jangan Diperas

Stevanus menuturkan, sebagai warga dirinya bingung, apakah perusahan-perusahan yang menambang galian C di wilayah itu memiliki izin operasi. 

Kemudian, sekalipun memiliki izin, muncul pertanyaan, apakah pemerintah melalui dinas terkait mengizinkan gali tambang di wilayah bantaran sungai dan menutup daerah aliran sungai.

Selain itu, Stevanus juga mempertanyakan, apakah dinas terkait memberi izin aktivitas penambangan yang tidak memikirkan dampak terhadap masyarakat sekitar.

"Musim kering Pak, rumah kami ini diserbu debu dari aktivitas tambang-tambang ini. Kasian kami ini. Kalau musim hujan juga selalu dihantui perasaan takut banjir. Kami juga takut anak-anak berenang di lubang-lubang bekas galian C yang sangat dalam ini," tutur Stevanus.

Respons bupati

Sementara itu, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menegaskan, pihaknya akan memanggil semua perusahan yang menambang galian C di Kecamatan Waigete tersebut.

"Kita panggil semua. Kita periksa semua dokumen, SPPL, Amdal, kalau pelaksanaanya tidak sesuai dokumen, itu pelanggaran. Itu bisa dituntut secara hukum. Nanti saya minta teman-teman pers, nanti Bupati kasih izin untuk buka dokumen-dokumen izin penambangan," kata Roberto.

Menurut Bupati, apabila pelaksananya tidak sesuai dengan izin dan aturan, aktivitas penambangan dapat berbahaya bagi lingkungan.

"Ada banjir, korban banyak, siapa yang rugi nanti. Nanti kita akan periksa. Jangan sampai izin teknis pengelolaanya A, mereka buat B," kata Roberto.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Kompas.com, ada 5 perusahan yang melakukan aktivitas penambangan di Desa Egon, Kecamatan Waigete yakni PT BI, PT NTJ, PT CRI, PT KI, dan PT EP. 

Aktivitas penambangan galian C ini juga diduga dijaga oleh aparat keamanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.