Warga Korban Tanah Longsor di NTT Masih Tinggal di Rumah Gendang

Kompas.com - 14/01/2020, 09:13 WIB
Camat Kuwus, Manggarai Barat, Frans Male berdiri di lokasi tanah longsor di Desa Suka Kiong, Kecamatan Kuwus, Kab. Manggarai Barat, Rabu, (8/1/2020). Sebanyak 43 jiwa diungsikan ke rumah gendang demi keselamatan mereka. (HANDOUT/Pemkam Kuwus/KOMPAS.com) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURCamat Kuwus, Manggarai Barat, Frans Male berdiri di lokasi tanah longsor di Desa Suka Kiong, Kecamatan Kuwus, Kab. Manggarai Barat, Rabu, (8/1/2020). Sebanyak 43 jiwa diungsikan ke rumah gendang demi keselamatan mereka. (HANDOUT/Pemkam Kuwus/KOMPAS.com)

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Camat Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Male mengatakan, warga yang terdampak tanah longsor di bagian atas Kampung Suka kiong, Desa Sukakiong, Kecamatan Kuwus, masih tinggal di rumah gendang.

Menurut Male, ada sebagian warga yang kembali ke rumah masing-masing.

Namun, kebanyakan warga yang terdampak tanah longsor, saat ini masih berada di rumah adat gendang demi keselamatan mereka.

"Ya warga yang terdampak tanah longsor di Desa Suka Kiong masih tinggal di rumah adat gendang," ujar Male saat dihubungi Kompas.com, Selasa, (14/1/2020).

Baca juga: Longsor di Manggarai Barat, 43 Warga Mengungsi di Rumah Gendang

Male menjelaskan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat sudah meninjau lokasi tanah longsor di Desa Suka Kiong serta beberapa lokasi bencana di wilayah Kecamatan Kuwus.

Kejadian bencana tanah longsor dan warga yang terdampak tanah longsor sudah dilaporkan ke Pemda Manggarai Barat.

Bahkan, Male sudah melaporkan ke Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat terkait bantuan bagi warga terdampak tanah longsor.

Hujan yang melanda Kabupaten Manggarai Barat beberapa waktu terakhir mengakibatkan tanah longsor di sepanjang jalan dari Golowelu, Ibukota Kecamatan Kuwus menuju ke wilayah Lembah Ranggu.

Baca juga: Gubernur Viktor: Kalau Investor Bawa Uang ke NTT, Jangan Diperas

Sebanyak 43 jiwa dari 11 rumah yang terdampak longsor untuk sementara diungsikan ke rumah gendang di Kampung Sukakiong.

Selain tanah longsor di wilayah Kecamatan Kuwus, banjir juga merendam padi di sejumlah persawahan di lereng bukit ke arah Lembah Ranggu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan: Mahfud Keluar, Jangan Ngumpet

Ratusan Orang Demo Rumah Mahfud MD di Pamekasan: Mahfud Keluar, Jangan Ngumpet

Regional
Detik-detik 400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua

Detik-detik 400 Warga Bakar Rumah Calon Bupati Boven Digoel, Papua

Regional
Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Rumah, Sepeda Motor, dan Gerobak Mi, Sopir Sempat Terjepit

Diduga Rem Blong, Truk Tabrak Rumah, Sepeda Motor, dan Gerobak Mi, Sopir Sempat Terjepit

Regional
Lahar Panas Gunung Semeru Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Lahar Panas Gunung Semeru Menerjang, Penambang Pasir di Lumajang Lari Selamatkan Diri

Regional
Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Banyak Bantu Warga Kena Corona, Kepala Dinas Sosial Yogyakarta Meninggal Terpapar Covid-19

Regional
Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Persiapan Vaksinasi Covid-19, Dokter dan Perawat di Banyumas Ikuti Pelatihan

Regional
Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Ngebut, Pajero Tabrak 1 Mobil dan 2 Motor di Jembatan Ampera, 2 Terluka

Regional
Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Punya Modal Berdikari, Aep Syaepuloh Ngaku Belajar Mandiri saat Nyantri

Regional
Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Haul Syekh Abdul Qodir Undang Kerumunan, Ini Penjelasan Gubernur Banten

Regional
3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

3 Guru SMP di Kudus Meninggal Dunia Beruntun, 2 Positif Covid-19

Regional
Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Begini Cara Paslon Zairullah-Muhammad Rusli Tekan Angka HIV AIDS di Tanah Bumbu

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Kota Bandung Zona Merah Covid-19

Regional
Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Gubernur Riau dan Istrinya Positif Covid-19, Dirawat dalam Satu Ruangan

Regional
Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Wali Kota Malang Sutiaji Positif Covid-19

Regional
Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Bentangkan Bintang Kejora, 6 Orang Jadi Tersangka Makar, Polisi Temukan Selebaran Republik West Papua Nugini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X