Longsor di Manggarai Barat, 43 Warga Mengungsi di Rumah Gendang

Kompas.com - 08/01/2020, 22:33 WIB
Wisatawan lokal sedang disapa oleh warga setempat di depan Rumah Gendang Ker yang beratap Ijuk di Kampung Ker, Kelurahan Goloru, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Minggu (31/3/2019). Rumah adat ini adalah satu-satunya yang masih menggunakan atap ijuk. KOMPAS.com/MARKUS MAKURWisatawan lokal sedang disapa oleh warga setempat di depan Rumah Gendang Ker yang beratap Ijuk di Kampung Ker, Kelurahan Goloru, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Minggu (31/3/2019). Rumah adat ini adalah satu-satunya yang masih menggunakan atap ijuk.

MANGGARAI BARAT, KOMPAS.com - Sebanyak 43 warga yang terdampak tanah longsor di bagian atas Kampung Sukakiong, Desa Sukakiong, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengungsi ke rumah adat gendang.

Hujan yang melanda Kabupaten Manggarai Barat dalam beberapa hari ini mengakibatkan tanah longsor di sepanjang jalan dari Golowelu, Ibukota Kecamatan Kuwus, menuju ke wilayah Lembah Ranggu.

Camat Kuwus Frans Male melaporkan, 43 warga yang terdampak tanah longsor berasal dari 11 rumah yang terdampak longsor.

"Saya bersama aparat kepolisian dan TNI serta staf kecamatan dan pihak Pemerintahan Desa Sukakiong memberikan pertolongan dengan menyediakan pengungsian di rumah gendang setempat demi keselamatan mereka," kata Male kepada Kompas.com, Rabu, (8/1/2020).

Baca juga: Dihukum Gubernur NTT, 2 Pejabat Bank 10 Kali Squat Jump

Male menjelaskan, selain tanah longsor yang melanda seluruh desa di wilayah Kecamatan Kuwus, padi di sejumlah persawahan di lereng bukit ke arah Lembah Ranggu disapu banjir.

Di bawahnya ada sejumlah rumah. Pihaknya sudah identifikasi 11 rumah 43 jiwa. Ini ancaman. Warga ini yang kami instruksikan ke rumah gendang. Selamatkan manusia yang utama.

Menurut Male, staf Dinas PUPR Manggarai Barat sudah terjun ke lokasi bencana untuk mendata warga yang terdampak.

"Saya berharap Dinas Sosial Manggarai Barat secepatnya melihat dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga yang terdampak tanah longsor di Kecamatan Kuwus," kata Male.

Male menjelaskan, bencana alam di wilayah Kuwus terjadi di Kelurahan Golo Ruu, Desa Benteng Suru, Desa Suka Kiong, Desa Compang Suka, Kelurahn Nantal dan Desa Pangga.

Menurut Male, di Desa Pangga tanah longsor terjadi di Jalan Provinsi dari Golowelu menuju ke Terang.

Lokasi tanah longsor di Regho Pael berada di antara Desa Kolang dan Desa Pangga.

Tanah longsor menutup badan jalan, sehingga arus lalu lintas dari Golowelu dan sebaliknya terhambat.

"Warga setempat secara gotong royong menggalinya dengan sekop," kata Male.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Soal Unggahan Bernada Rasial terhadap Natalius Pigai, Masyarakat Papua Diminta Tak Terprovokasi

Regional
Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Lagi Menikmati Air Terjun, Dua Siswi Ini Tewas Terseret Air Bah

Regional
2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

2.680 Dosis Vaksin Tiba di Tuban, Satgas Covid-19: Vaksinasi Diawali Pejabat Pemkab...

Regional
Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Mesum dengan Pria Lain di Dalam Mobil, Oknum ASN Pemkab Sampang Jadi Tersangka

Regional
Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Fasilitas Kesehatan di Jatim Ditambah karena Kasus Covid-19 Meningkat, Ini Rinciannya

Regional
PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

PTKM di Gunungkidul Diperpanjang, Aturan Dilonggarkan

Regional
Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Tak Pakai Masker di Yogya, Siap-siap KTP Disita

Regional
Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Istri Wakil Bupati Bantul Juga Positif Covid-19

Regional
3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

3.040 Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Madiun, Wali Kota Bakal Divaksin Pertama

Regional
30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

30 Pekerja di PLTMG Wairita NTT Terkonfirmasi Positif Covid-19, Semua Tanpa Gejala

Regional
Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pemkab Ende Wajibkan Pelaku Perjalanan Bawa Surat Keterangan Bebas Covid-19

Regional
Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Kronologi Maling Tewas Diamuk Massa, Berusaha Kabur Setelah Berkelahi dengan Pemilik Rumah

Regional
Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Terima 6.800 Dosis Vaksin, Begini Tahapan Vaksinasi di Kabupaten Jember

Regional
Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Tiga Hari Terjebak di Lubang Galian Tambang, 10 Pekerja Belum Bisa Dievakuasi

Regional
Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Pemkab Sidoarjo Tutup Alun-alun dan Taman untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X