Kasus Korupsi Hibah Pilwalkot, Eks Sekretaris KPU Makassar Dituntut 8 Tahun Penjara

Kompas.com - 06/01/2020, 13:00 WIB
Sekretaris KPU Kota Makassar Sabri (merah) saat tersenyum usai mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (19/9/2019). KOMPAS.com/HIMAWANSekretaris KPU Kota Makassar Sabri (merah) saat tersenyum usai mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (19/9/2019).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris KPU Kota Makassar Sabri dituntut hukuman 8 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar tahun 2018.

Jaksa penuntut umum Mudazzir mengatakan, Sabri dianggap telah terbukti menyalahgunakan jabatannya untuk menguntungkan diri sendiri dan menyebabkan kerugian negara.

Tindakan Sabri disebut telah melanggar pasal 3 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

"Pasal yang kami tuntut adalah pasal subsidair yakni pasal 3, bukan pasal primer yaitu pasal 2. Kita tuntut berdasarkan perannya sehingga ada yang dibebankan uang pengganti, ada yang tidak," kata Mudazzir di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (6/1/2020).

Baca juga: Sekretaris KPU Makassar Didakwa Korupsi Dana Hibah Rp 6,4 Miliar

Selain dituntut 8 tahun penjara, Sabri juga dituntut denda Rp 100 juta. Jika denda tidak dibayarkan, maka masa tahanan eks pejabat KPU Makassar itu ditambah enam bulan.

Mudazzir mengungkapkan keuntungan senilai Rp 6,42 miliar yang diambil Sabri dari dana hibah tersebut juga harus dikembalikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bila tidak dikembalikan masa hukuman ditambah 2 tahun 6 bulan," kata Mudazzir.

Sementara itu kuasa hukum Sabri, M Arifin K, bakal mengajukan pembelaan (pleidoi) terkait tuntutan jaksa yang dinilai terlalu berat untuk kliennya.

Pembelaan itu akan dibacakannya dalam sidang lanjutan yang digelar pada Kamis (9/1/2020).

"Semua pembelaan saya akan tuangkan di Pledoi. Ada beberapa kesalahan dalam perkara ini," ujar Arifin.

Baca juga: Kapolri Terbitkan Arahan Penanganan Korupsi Dana Desa dan Pemda

Sabri menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar 2018 usai ditetapkan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel pada April 2019.

Jaksa penuntut umum mengatakan, Sabri telah menyalahgunakan dana hibah Pilwalkot sehingga menguntungkan dirinya sebesar Rp 6,4 miliar.

"Dana yang digunakan Sabri tersebut merupakan dana untuk kegiatan honor PPK satu bulan dan PPS yang ada di seluruh kota Makassar," kata Mudazzir dalam dakwaan yang dibacakannya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X