Dianggap Mengancam, Buaya Sepanjang 5 Meter Ditangkap Warga

Kompas.com - 04/01/2020, 12:36 WIB
Buaya ditangkap warga di Pangkalraya, Sungaiselan, Bangka Tengah. Istimewa.Buaya ditangkap warga di Pangkalraya, Sungaiselan, Bangka Tengah.

 

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- Seekor buaya sepanjang 4,65 meter ditangkap warga dari kawasan muara Pangkalraya, Sungai Selan, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Predator yang diperkirakan seberat setengah ton itu ditangkap menggunakan pancing karena kerap meresahkan warga.

"Sering ketemu warga kalau pas lagi mencari ikan," ujar Meri, warga Pangkalraya seusai penangkapan buaya, Jumat (3/1/2020).

Setelah berhasil ditarik ke darat, buaya tersebut langsung diikat dengan landasan sepotong kayu. Warga tampak ramai mendatangi lokasi penangkapan.

Baca juga: 19 Kasus Konflik Buaya dengan Manusia di Maluku, 4 Tewas, 6 Luka Berat

Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kepulauan Bangka Belitung, Septian Garo mengatakan, penangkapan buaya atas inisiatif masyarakat karena dianggap mengancam.

"Karena sudah mulai mengancam warga. Akhirnya warga sendiri yang inisiatif nangkap. Kami tahu baru sudah ditangkap, itu pun dari petugas Polairud," kata Septian kepada Kompas.com.

Proses evakuasi berlangsung hingga Kamis malam. Petugas sempat kesulitan karena buaya yang tidak muat dalam bak mobil.

Akhirnya petugas menggunakan truk mengevakuasi buaya tersebut ke lokasi penangkaran Air Jangkang, Merawang, Bangka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X