4 Fakta AC Lepas di Gerbong Kereta Api Lokal Bandung, 8 Penumpang Luka hingga PT KAI Selidiki Penyebabnya

Kompas.com - 28/12/2019, 06:30 WIB
Sejumlah air conditioner (AC) split atau pendingin ruangan di rangkaian gerbong kereta api lokal tujuan Bandung -Cicalengka terlepas dan menimpa penumpang, Jumat (27/12/2019). Tangkapan layar InstagramSejumlah air conditioner (AC) split atau pendingin ruangan di rangkaian gerbong kereta api lokal tujuan Bandung -Cicalengka terlepas dan menimpa penumpang, Jumat (27/12/2019).

KOMPAS.com - Air conditoner (AC) atau pendingin ruangan pada kereta Lokal 511 Bandung Raya tujuan Cicalengka-Bandung, terlepas dari tempatnya dan menimpa penumpang, Jumat (27/12/2019) sekitar pukul 06.45 WIB.

Akibat peristiwa itu, delapan penumpang terluka, dua di antaranya dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka memar dan nyeri pada bahu.

Diketahui, AC spilt jatuh di KA Lokal kereta 1 dan 2, pasca-kejadian itu. Pihak KAI masih menyelidiki penyebab jatuh dan tergantungnya sejumlah AC tersebut.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Kronologi kejadian

Suasana Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek saat jam-jam sibuk pada hari kerja. 


Andri Donnal Putera Suasana Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek saat jam-jam sibuk pada hari kerja.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea mengatakan, peristiwa itu terjadi saat penggandengan lokomotif ke rangkaian di emplasemen Stasiun Cicalengka.

Sambungnya, AC split itu jatuh di KA lokal kereta 1 dan 2.

"Kereta yang mengalami insiden AC jatuh sudah diganti dengan kereta baru dan operasional kereta dilanjutkan kembali untuk pelayanan pengguna jasa," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat.

Baca juga: Kronologi AC Jatuh di Kereta Api Lokal Bandung, 8 Penumpang Terluka, 2 Dirujuk ke Rumah Sakit

 

2. Delapan penumpang luka, dua di antaranya dirujuk ke rumah sakit

Ilustrasi rumah sakitSHUTTERSTOCK Ilustrasi rumah sakit

Akibatnya AC tersebut jatuh, sebanyak delapan orang penumpang terluka, mereka kemudian ditangani tim kesehatan PT KAI di stasiun.

Dua orang dirujuk ke rumah sakit karena mengalami luka memar dan nyeri di bahu, sebagian lagi kembali ke tujuan masing-masing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Wali Kota: Hingga Hari Ini, Tidak Ada Warga Sukabumi Positif Covid-19

Regional
Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Discreening

Surabaya Segera Karantina Wilayah, 19 Pintu Masuk Dijaga, Pengendara Discreening

Regional
Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Cerita Wabup soal Profesor Terjangkit Corona hingga Pemakaman Ditolak Warga

Regional
Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Hari Pertama Penerapan Jam Malam, Banda Aceh Sepi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

[POPULER NUSANTARA] Surabaya Siap Karantina Wilayah | Polisi Bubarkan Arisan Guru di Jember

Regional
Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Kronologi Ditemukannya Mayat ABG yang Hendak Jadi Pagar Ayu di Acara Pernikahan

Regional
Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Pria Ini Cabuli Calon Anak Tirinya, Modus Ajak Nonton YouTube

Regional
Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Pasien Positif Corona di Banyuwangi Membaik, Sudah Copot Alat Bantu Pernafasan

Regional
Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Pasien Sembuh dari Corona di Solo Curhat ke Ganjar, Berharap Tak Dikucilkan Masyarakat

Regional
Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Dicabuli Guru di Hutan, Gadis Difabel Cari Keadilan

Regional
Fakta Sembuhnya Pasien Corona di Solo, Gejala Selalu Kehausan dan Rutin Konsumsi Empon-empon

Fakta Sembuhnya Pasien Corona di Solo, Gejala Selalu Kehausan dan Rutin Konsumsi Empon-empon

Regional
Kepala Daerah Potong Gaji Bantu Warga Korban Wabah Corona, Siapa Saja?

Kepala Daerah Potong Gaji Bantu Warga Korban Wabah Corona, Siapa Saja?

Regional
Seorang Polisi di Medan Tembak Rekannya hingga Tewas, Motifnya Bercanda

Seorang Polisi di Medan Tembak Rekannya hingga Tewas, Motifnya Bercanda

Regional
Fakta Pasien Corona Pertama di Pamekasan, Usia 11 Tahun dan Hasil Tes Keluar Setelah 10 Hari Meninggal

Fakta Pasien Corona Pertama di Pamekasan, Usia 11 Tahun dan Hasil Tes Keluar Setelah 10 Hari Meninggal

Regional
'Kalian Pahlawan, Rela Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan kami'

"Kalian Pahlawan, Rela Bertaruh Nyawa Demi Selamatkan kami"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X