Mobil Mewah yang Diamankan Polda Jatim Bermasalah, Rp 3,2 Miliar Pemasukan Negara Terancam Hilang

Kompas.com - 17/12/2019, 19:29 WIB
Mobil mewah yang diamankan di halaman parkir Mapolda Jatim. KOMPAS.COM/A. FAIZALMobil mewah yang diamankan di halaman parkir Mapolda Jatim.

SURABAYA, KOMPAS.com - Lima dari 14 mobil mewah yang diamankan Polda Jawa Timur tidak terdaftar di database Electronic Registration Identification (ERI).

Karena tidak terdaftar di ERI, otomatis kendaraan tersebut juga tidak terdaftar sebagai wajib pajak kendaraan bermotor.

Karena tidak terdaftar sebagai wajib pajak kendaraan bermotor, potensi pajak negara dari 5 kendaraan mewah itu pun lenyap.

Hitungan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, dari 5 kendaraan mewah tersebut, potensi pajaknya mencapai Rp 3,2 miliar.

"Jika pemilik 5 kendaraan memproses surat-surat kendaraannya, maka akan ada pemasukan pajak untuk negara sebesar Rp 3,2 miliar. Jika tidak, potensi pajak itu akan lenyap," kata Kepala Bidang Pajak, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur, Purnomosidi, dikonfirmasi Selasa (17/12/2019).

Baca juga: 5 Mobil Mewah yang Diamankan Polda Jatim Bermasalah, Ada Ferrari dan Lamborghini

Dia merinci, 3 unit mobil Ferrari keluaran 2011 dengan nilai jual masing-masing Rp 5,7 miliar, bea balik nama 1 unit Ferrari sebesar Rp 571 juta, sementara pajaknya sekitar Rp 88 juta. Jadi, dari 1 unit mobil Ferrari, pemasukan yang masuk ke negara sebesar Rp 633 juta. Jika ada 3 mobil Ferrari, maka penerimaan negara sebesar 1,98 milliar.

Untuk mobil jenis Mclaren 7205 tahun 2018, memiliki nilai jual hingga Rp 5,4 miliar. Bea balik namanya sebesar Rp 540 juta. Sedangkan untuk pajaknya Rp 83 juta. Total yang harus dibayarkan oleh pemiliknya adalah Rp 623 juta.

Sedangkan untuk kendaraan jenis Lamborghini Aventador tahun 2015, ditaksir memiliki nilai jual sebesar Rp 5,9 miliar. Bea balik nama sebesar Rp 593 juta, dan pajakya sebesar Rp 91 juta. Total yang harus dibayarkan sebesar Rp 618 juta.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arief Setyawan, mengatakan, ada tiga kemungkinan lima kendaraan itu tidak masuk ke database ERI.

"Pertama tidak didaftarkan, pemiliknya tidak sempat mendaftarkan, atau memang masuknya ilegal," katanya.

Baca juga: Polda Jatim Kembali Sita Mobil Mewah yang Diduga Bodong, Totalnya Jadi 14 Unit

Pihaknya memberikan waktu kepada pemilik kendaraan tersebut untuk memenuhi syarat administrasi dengan mendaftarkan kendaraan tersebut sesuai aturan yang berlaku.

"Jika tidak juga diselesaikan maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ucapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Terus Bertambah, Hari Ini 6 Pasien Positif Covid-19 di RSUP Haji Adam Malik Dinyatakan Sembuh

Regional
Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Sempat Lompat ke Laut, 5 Penumpang Kembali Naiki Kapal Setelah KM Lambelu Diizinkan Bersandar

Regional
Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Pria Pemeras Pacar hingga Rp 42 Juta di Sumbar Juga Ancam Sebar Foto Bugil Wanita Lain di Palembang, Korban Rugi Rp 80 Juta

Regional
Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Pasien Positif Covid-19 di DIY Bertambah Satu Orang

Regional
Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Kisah Ajudan Wagub Sumut Terpapar Covid-19, Pulang dari Jakarta, Syok Saat Dinyatakan Positif Corona

Regional
Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Dalam Sehari, 2 PDP Covid-19 di Sidoarjo Meninggal

Regional
Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Kondisi Membaik Selama Karantina Mandiri, Pasien Positif di Jombang Tunggu Hasil Swab

Regional
Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Ditangkap Usai Jambret Ponsel Milik Bocah, Pelaku Ini Mengaku Baru Pendalaman

Regional
Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Sebanyak 125 Warga Binaan Rutan Malendeng Manado Jalani Asimilasi di Rumah

Regional
Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Update Kabar Baik Corona di Lampung, 7 dari 16 Pasien Positif Dinyatakan Sembuh

Regional
Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Gubernur Banten Minta Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangsel Segera Lakukan PSBB

Regional
Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Sebanyak 1.222 Karyawan di Banyumas Dirumahkan, Diusulkan Dapat Bantuan

Regional
Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Walau Pasien Positif Corona 53 Orang Per 7 April, Sumut Belum Ajukan PSBB

Regional
Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Di Banyuwangi, Dompet Dhuafa Hadirkan Bilik Disinfektan “Drive Thru” Bagi Ojek Online

Regional
Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Rapid Test 3.500 ODP di Jawa Tengah, 53 Orang Tunjukkan Hasil Reaktif

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X