Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Kompas.com - 16/12/2019, 08:38 WIB
Calon jamaah umrah memdatangi sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). KOMPAS.com/Fadlan Mukhtar ZainCalon jamaah umrah memdatangi sebuah pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).
Editor Rachmawati

Bukan hanya warga setempat, kupon umrah juga dijanjikan pada tokoh masyarakat desa tetangga.

Kupon umrah gratis tersebut diberikan sebagai bentuk syukur untuk rencana pendirian pondok pesantren di Kecamatan Subang, Kabupaten Banyumas.

"Setelah saya ikuti, karena di lingkungan sebagai RW barangkali itu nyata, tapi setelah saya masuk tidak pasti, janji tinggal janji. Saya mengikuti sebatas menghormati undangan, kalau nyata ya saya ikut," ujar Warsito.

Baca juga: Tak Kunjung Diberangkatkan, Belasan Calon Jemaah Umrah Geruduk Kantor Biro Perjalanan di Banyumas

 

Pemilik pondok pesantren menghilang

Hingga saat ini tidak ada yang tahu keberadaan RD dan NR, suami istri pengelola pondok pesantren yang melakukan penipuan umrah di Banyumas.

Saat ini ada sekitar 10 santri putra putri yang tinggal di pesantren tersebut.

Harti (27) salah satu santri bercerita bahwa RD dan NR telah pergi lebih dari sepekan yang lalu.

"Belum pulang, sekitar semingguan lebih. Tidak tahu (ke mana), tidak ngabari. Perginya pamit iya, tapi tidak tahu perginya ke mana," kata Harti.

Ia mengaku tidak tahu mengenai bisnis umrah yang dikelola oleh pengasuh pesantren.

Sementara itu Wahyudi (31) salah satu pengurus pesantren mengaku juga tidak tahu kepergian RD dan NR.

Ia bercerita RD dan NR pergi saat ia sedang tidur.

Baca juga: Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Kerugian Diduga Rp 1 Miliar

"Saya enggak tahu, terakhir di sini sudah lama sih ya, sudah hampir satu bulan. Saya enggak tahu (perginya), saya lagi tidur," kata Wahyudi.

Namun NR sempat mengirimkan pesan kepada anaknya melalui WhatsApp. Tapi saat ini sang anak telah kembali ke pesantrennya di luar kota.

Sementara Warsito, ketua RT setempat bercerita bahwa biro perjalanan umrah tersebut telah beroperasi sejal lama.

Baca juga: Polisi Ditipu Travel Umrah, Uang Rp 349 Juta Lenyap

Sepengetahuan dia, biro tersebut telah ebebrapa kali memberangkat jemaah umrah ke Tanah Suci.

"Awalnya yang perempuan mengelola pondok pesantren dan umrah dengan suaminya yang dulu, tapi sudah pisah. Kemudian nikah lagi dengan suaminya yang sekarang," ujar Warsito.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Ditelepon Wagub Saat Rapat, Lion Air Hentikan Penerbangan ke Bangka Belitung

Regional
Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Liang Lahat Sudah Digali, Pemakaman Jenazah Positif Corona di Lampung Ditolak 2 Kali

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Ganjar Minta Warga Tak Tolak Jenazah Korban Virus Corona: Jaga Perasaan Korban dan Keluarganya

Regional
UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

UPDATE Pasien Corona di Sulsel: 50 Positif Corona, 5 Orang Meninggal Dunia

Regional
Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Panen Padi di Tengah Wabah Corona, Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

Regional
Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Sektor Pertanian di Sumedang Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19

Regional
Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Jenazahnya Ditolak Warga Masih Berstatus PDP

Regional
Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Ditengok Anaknya dari Jakarta, Pasien Stroke Positif Covid-19 di Ciamis

Regional
Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sebar Hoaks Kematian Pasien Covid-19 di Sulbar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Regional
Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Kasus DBD Menurun, 1.474 Pasien Dinyatakan Sembuh di Sikka, NTT

Regional
Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Pesan Pasien Sembuh Covid-19: Anak Muda, Tak Perlu Nongkrong, Dengarkan Pemerintah

Regional
Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Fakta Bocah 6 Tahun di Bandung Terpeleset dan Hanyut di Depan Mata Ibunya, Pencarian Dilakukan

Regional
60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

60 Warga Isolasi Mandiri, Desa di Magetan Berlakukan 'Lockdown'

Regional
Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Karantina Wilayah, Batam Beri Sembako Gratis dan Pekerja Tetap Bekerja

Regional
Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Kisah Evakuasi Harimau Sumatera 3 Hari Terjerat Tali di Riau: Petugas 2 Jam tembus Hutan, Temukan Luka Serius di Kaki

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X