Penipuan Umrah di Banyumas, Dijanjikan Berangkat Gratis hingga Investasi Benda Antik

Kompas.com - 16/12/2019, 08:38 WIB
Salah seorang calon jemaah umrah menunjukkan kwitansi pembayaran saat mendatangi pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINSalah seorang calon jemaah umrah menunjukkan kwitansi pembayaran saat mendatangi pondok pesantren sekaligus kantor biro perjalanan umrah di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Minggu (15/12/2019). Belasan orang datang ke salah satu pondok pesantren di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Batu Raden, Kabupaten Banyumas, Jawa Timur yang juga dijadikan kantor biro perjalanan umrah

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kepastian keberangkatan umrah kepada RD dan NR, pasangan suami istri pengasuh pondok pesantren tersebut.

Suwito (60) warga Kabupaten Banyumas adalah salah satu orang yang datang ke pesantren tersebut.

Kepada Kompas.com, Suwito bercerita sembilan bulan lalu ia telah menyerahkan uang sekitar Rp 50 juta untuk biaya umrah ia dan istrinya.

Baca juga: Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Namun janji keberangkatan umrah tak kunjung ditepati.

"Saudara istri saya juga ada lima orang yang ikut mendaftar umrah. Dulu mendaftar sebelum puasa, awalnya dijanjikan berangkat bulan puasa, tapi mundur-mundur terus, terakhir tanggal 26 November, tapi batal," kata Suwito saat ditemui di lokasi.

Hal senada juga diceritakan Tari (50) yang telah menyerahkan uang sebesar Rp 150 juta untuk biaya umrah keluarganya pada Maret 2019 lalu.

Awalnya mereka berencana untuk merayakan Idul Fitri di Tanah Suci. Namun rencana itu batal.Padahal mereka sudah membayar biaya tambahan Rp 5 juta per orang.

Baca juga: Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

"Pertama masing-masing bayar Rp 17 juta, dikembalikan Rp 400.000. Tapi kemudian minta tambahan Rp 5 juta, karena mau Lebaran di sana, tapi sampai sekarang tidak berangkat-berangkat," tutur Tari.

Terakhir Tari dijanjikan berangkat pada 26 November 2019. Lagi-lagi keberangkatan tersebut gagagl.

Tari pun melaporkan penipuan tersebut ke polisi.

"Pertama nunggu koper katanya, terus menunggu visa, pokoknya tiap bulan dijanjiin terus, katanya nunggu temannya dan lainnya. Terakhir malah diumumkan di masjid, katanya mau berangkat tanggal 26 November," ujar Tari.

Dari data yang didapat Kompas.com, korban penipuan umrah di Banyumas sekitar 127 orang dengan kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Baca juga: Ke Korbannya, Pengelola Biro Umrah di Banyumas Juga Janjikan Investasi Jual Beli Benda Antik

 

Janjikan umrah gratis ke puluhan orang

Dani Hadiwinata, calon jemaah umrah menunjukkan kupon umrah gratis yang ditemukan di rumah pengelola biro umrah sekaligus ponpes di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN Dani Hadiwinata, calon jemaah umrah menunjukkan kupon umrah gratis yang ditemukan di rumah pengelola biro umrah sekaligus ponpes di Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (15/12/2019).
Warsito, Ketua RW 1 Desa Kemutug Lor megatakan pemilik pondok pesantren di wilayahnya tersebut menjanjikan umrah gratis kepada dirinya dan 30 orang lainnya.

Warsito dijanjikan umrah gratis karena ia dianggap sebagai salah satu tokoh masyarakat desa setempat.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X