4 Fakta Banjir di Rokan Hulu, Rumah Terendam hingga Siswa Berenang saat Sekolah

Kompas.com - 12/12/2019, 15:10 WIB
Banjir kembali menggenangi permukiman warga di Desa Kasang Mungkal, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Selasa (10/12/2019). Posko kesehatan telah dibuka pemerintah kecamatan setempat disetiap desa yang dilanda banjir. Dok. Kecamatan Bonai DarussalamBanjir kembali menggenangi permukiman warga di Desa Kasang Mungkal, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rohul, Riau, Selasa (10/12/2019). Posko kesehatan telah dibuka pemerintah kecamatan setempat disetiap desa yang dilanda banjir.
Penulis Setyo Puji
|
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Tingginya curah hujan yang mengguyur Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul, Riau mengakibatkan lima desa tergenang banjir.

Ketinggian air yang mencapai sekitar satu meter, selain merendam rumah warga dan fasilitas umum, juga membuat akses jalan terputus.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kecamatan Bonai Darussalam, M Yamin mengatakan tingginya curah hujan membuat Sungai Rokan Kiri meluap, Senin (9/12/2019).

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar siswa di sekolah tidak diliburkan.

Alasannya, karena air di sekolah tersebut belum masuk di ruang kelas. Terlebih, saat ini siswa sedang memasuki masa ujian.

Baca juga: Terendam Banjir, Siswa di Rokan Hulu Berenang untuk Sampai ke Sekolah

Berikut fakta selengkapnya :

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Banjir rendam rumah warga

Ilustrasi BanjirKOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA Ilustrasi Banjir

Menurut Yamin, akibat Sungai Rokan Kiri meluap membuat rumah warga di Desa Sontang, Desa Kasang Mungkal, Desa Teluk Sono, Desa Kasang Padang dan Desa Bonai terendam air.

Tercatat banjir menggenangi rumah warga yang didiami 1,940 KK. Bahkan ketinggian air yang menggenangi rumah warga, hingga saat ini tercatat mencapai 40-60 sentimeter.

"Untuk Desa Sontang, Desa Kasang Mungkal, dan Desa Teluk Sono, beberapa hari lalu sudah kering. Tapi sekarang naik lagi. Kalau untuk Desa Bonai dan Kasang Padang itu memang sampai sekarang banjir masih bertahan," ujar Yamin.

Baca juga: Sempat Surut, Banjir Kembali Rendam Permukiman Warga di Rokan Hulu Riau

2. Banjir putus akses jalan

Ilustrasi banjirKOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Ilustrasi banjir

Selain menggenangi rumah warga, banjir di wilayah tersebut juga memutus akses jalan penghubung antar desa.

Di jalan lintas provinsi penghubung Riau-Sumut, bahkan terdapat enam titik terkena banjir.

Ketinggian air yang mencapai 60 sentimeter membuat banyak kendaraan tidak berani melintas. Hanya kendaraan besar yang berani menerjang air.

Banjir yang disebabkan karena meluapnya Sungai Rokan Kiri, terjadi sejak Senin (25/11/2019).

Meski sebelumnya sempat surut, namun saat ini genangan banjir kembali bertambah, karena curah hujan masih tinggi di hulu sungai.

Baca juga: Korban Banjir di Kampar Terima Bantuan Sembako

3. Pergi sekolah dengan berenang

Ilustrasi banjirKOMPAS.com/Hendra Cipto Ilustrasi banjir

Banjir yang terjadi di Desa Teluk Sono, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, menyebabkan siswa berenang untuk sampai ke sekolah.

Pihak sekolah sengaja tidak meliburkan kegiatan belajar mengajar, lantaran air dianggap belum memasuki ruang kelas. Terlebih, siswa sedang ujian memasuki semesteran.

Sekretaris Desa Teluk Sono, Hendri mengatakan ada lima sekolah yang hingga sekarang terdampak banjir.

"Di Desa Teluk Sono ada lima sekolah yang terdampak banjir. Empat SD dan 1 SMP. Tapi sekolah tidak diliburkan karena air belum masuk ke dalam kelas. Sekarang anak-anak juga lagi ujian," kata Hendri.

Dengan masih tingginya banjir yang menggenangi rumah warga, pihaknya berharap ada bantuan perahu dari BPBD untuk memudahkan aktivitas masyarakat.

Baca juga: Nasib Korban Banjir di Kampar, Beras Mau Habis, padahal Tak Bisa Kerja

4. Pemerintah dirikan posko

ilustrasi banjir ilustrasi banjir

Meskipun banyak rumah tergenang air, namun korban banjir memilih untuk bertahan agar dapat menjaga harta bendanya di rumah.

Untuk memfasilitasi kebutuhan para korban itu, pemerintah menyediakan posko kesehatan dan posko pengungsian bagi warga yang ingin mengungsi.

"Kita mengimbau warga tetap hati-hati dan waspada. Sebab banjir sedang naik. Dan kita enggak tahu sampai berapa tinggi naiknya banjir ini," tutup Yamin.

Penulis : Kontributor Pekanbaru, Idon Tanjung|Editor : David Oliver Purba,Dony Aprian



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X