Kompas.com - 10/12/2019, 09:22 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan mengakui, air yang ada di aliran Bengawan Solo yang melintas di wilayah mereka memang mengalami pencemaran.

DLH Lamongan Jawa Timur menyatakan sudah mengambil sampel untuk dilakukan penelitian lebih lanjut.

Menurut Kasi Amdal dan Perizinan Lingkungan DLH Lamongan Inganatul Muhimmah, hasil penelitian sementara yang mereka lakukan menunjukkan air yang ada di sungai Bengawan Solo telah tercemar, itu dibuktikan dengan perubahan warna air yang terjadi.

"Sementara statusnya memang tercemar sedang, walau airnya sudah berubah warna menjadi coklat kehitaman. Kemarin kami juga sudah mengambil sampel di beberapa titik sepanjang aliran Bengawan Solo, salah satunya di Kecamatan Karanggeneng," ujar Hima, sapaan akrab Inganatul Muhimmah saat dihubungi, Selasa (10/12/2019).

Baca juga: Pencemaran Air Bengawan Solo Mulai Berimbas ke Lamongan

Ia mengatakan, sejauh ini air tersebut masih bisa digunakan oleh masyarakat. Kendati hanya sebatas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dalam hal mandi atau mencuci, tidak lebih.

"Karena pasokan PDAM Lamongan sebagian dari sungai Bengawan Solo, ya secara otomatis (air) ikut masuk ke rumah pelanggan. Untuk mandi atau mencuci masih bisa, asal jangan dikonsumsi untuk minum atau keperluan memasak," terangnya.

Hima juga menerangkan, sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat setempat mengenai imbas kesehatan yang dialami, terkait pencemaran yang terjadi di aliran Bengawan Solo kali ini.

"Bisa jadi juga imbas pencemaran yang terjadi di Bengawan Solo yang ada di Jawa Tengah, dengan air mulai mengalir ke wilayah Lamongan saat ini. Sebab kemarin kan juga ada pencemaran industri tekstil dan minuman di wilayah Jawa Tengah," ucap dia.

Atas hal ini, Hima dan jajaran DLH Lamongan menyarankan kepada PDAM Lamongan, terutama yang mengambil bahan baku dari aliran Bengawan Solo untuk meningkatkan proteksi dan pengolahan air, sebelum air disalurkan kepada masyarakat.

"Mungkin untuk PDAM, bisa dilakukan cara agar warna air yang masuk ke rumah warga supaya lebih jernih, apakah itu dengan ditambah tawas atau seperti apa. Sementara kami akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini," ujarnya.

Baca juga: Polda Jateng Akan Menindak Industri di Sukoharjo yang Mencemari Bengawan Solo

Sebelumnya, warga di sekitar aliran Bengawan Solo di Lamongan sempat mengatakan, air sungai mulai berubah warna menjadi coklat kehitaman sejak akhir pekan kemarin.

"Kalau tidak salah itu sudah sejak kemarin (Minggu, 8/12/2019), air di Bengawan Solo sini sudah seperti itu, coklat kehitaman seperti kayak habis kena limbah," ujar Trisno, salah seorang warga Dusun Lengkong, Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Lamongan, Senin (9/12/2019) sore.

Trisno dan beberapa warga lain di Lamongan menyebut, air dengan warna hampir serupa masuk ke bak mandi yang ada di rumah mereka, meski sejauh ini mereka belum mengalami sakit kulit maupun terserang gatal-gatal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Regional
Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Regional
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Regional
Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Regional
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Regional
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.