10 Tahun Berlalu, Warga Ini Baru Ingat Tanam Mortir Berdaya Ledak Tinggi di Belakang Rumah

Kompas.com - 06/12/2019, 16:36 WIB
Tim Gegana Polda Sulsel berhasil menjinakkan dan memusnahkan Mortir peninggalan perang dunia kedua yang disimpan warga di belakang sebuah rumah di bawah batu besar di Kilometer 9, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Jumat (06/12/2019) Muh. Amran AmirTim Gegana Polda Sulsel berhasil menjinakkan dan memusnahkan Mortir peninggalan perang dunia kedua yang disimpan warga di belakang sebuah rumah di bawah batu besar di Kilometer 9, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Jumat (06/12/2019)

PALOPO, KOMPAS.com - Sebuah mortir ditanam warga di belakang rumah di Kilometer 9,  Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Mendapat laporan itu, Tim Gegana Polda Sulsel dan Polres Palopo mendatangi lokasi, Jumat (6/12/2019). 

Anton, warga yang menanam mortir tersebut mengatakan, model mortir menyerupai peluru kendali. 

“Modelnya seperti peluru kendali atau jantung pisang. Itu ditemukan oleh Tomas di Gunung Pembunian lalu dibawa Rudi dan saya ambil, lalu saya tanam di belakang rumah di bawah batu besar,” kata Anton, saat dikonfirmasi di lokasi.

Mortir itu sudah ditanam sejak 10 tahun lalu dan ia khawatir akan meledak saat ia melaksanakan pesta sehingga dilaporkan ke pihak Bhabinkamtibmas.

“Waktu di sini ada pesta dan dapur berada di daerah itu. Saya ingat bahwa di sekitar batu itu pernah saya tanam benda berupa mortir, saya khawatir akan meledak, sehingga saya melapor,” ujar dia.

Baca juga: Petani di Bengkulu Temukan Benda Mirip Mortir Seberat 6 Kg

Tim Gegana Polda Sulsle dan Polres Palopo langsung ke lokasi dan melakukan penggalian.

Wakapolres Palopo, Kompol Ade Noho mengatakan, benda yang sedang digali tersebut diduga adalah mortir militer.

“Setelah dilakukan pencocokan contoh, yang ada di dalam itu adalah mortir militer yang diperkirakan peninggalan kolonial ataupun Jepang,” ucap dia.

Mortir yang disimpan Anton berada di bawah batu besar, proses pencarian berlangsung 45 menit.

Setelah ditemukan, mortir dibawa ke sebuah lokasi yang aman dari warga, yakni di Kilometer 5 Kelurahan Murante untuk diledakan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X