Karawang Belum Siap Hapus Jabatan Eselon III dan IV

Kompas.com - 03/12/2019, 13:35 WIB
Ilustrasi PNS. KOMPAS.com/MASRIADIIlustrasi PNS.

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang belum siap soal rencana pemangkasan birokrasi dengan pemotongan jabatan eselon III dan IV yang akan dilakukan Presiden Jokowi untuk memangkas birokrasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Karawang Asep Aang Rahmatullah mengungkapkan, penghapusan jabatan eselon IV dan III cukup berat. Ia khawatir justru daerah akan kelimpungan dalam melayani masyarakat.

"Ini berat. Pejabat eselon IV dan III rata-rata bersinggungan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, misalnya di tingkat kecamatan. Kalau dipotong, siapa yang akan bertanggungjawab," kata Aang saat ditemui di kantornya, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Pejabat Eselon II hingga IV di Madium Dijemur 3 Jam Sebelum Dilantik

Aang mengaku setuju bahwa pelayanan mendasar, seperti pencetakan dokumen pendudukan dibantu dengan kecerdasan buatan. Apalagi, negeri tercinta tengah menyongsong revolusi industri 4.0, di mana era bakal menjadi Internet of Things dan teknologi sangat diandalkan. Hanya saja, menurutnya perlu ada evaluasi perihal pengadaan dan penerapan kecerdasan buatan itu.

"Kalau pelayanan dasar seperti itu, bisa dimengerti," katanya.

Meski begitu, kebijakan tersebut perlu dikaji matang-matang. Apalagi jika harus membabat habis pejabat eselon III dan IV. Ia khawatir justru daerah akan kerepotan.

Sebenarnya, kata Aang, jauh sebelum Presiden Jokowi berpidato mengenai pemotongan jabatan eselon III dan IV, pihaknya berencana melakukan mutasi jabatan sekaligus perampingan. Evaluasi secara menyeluruh untuk melakukan perampingan.

"Begitu akan disahkan dan dieksekusi pada APBD Perubahan muncul PP 72 tahun 2019 pada Oktober 2019, sebelum presiden Jokowi dilantik. Setelah dilantik, muncul wacana perampingan organisasi," katanya.

Selain itu, kata Aang, turun surat edaran dari Kemenpan RB meminta gubernur dan bupati menyisir jabatan potensil hilang. Misalnya pada pengelolaan anggaran dan aspek kewilayahan.

"Kita evaluasi, yang memungkin hilang eselon IV dan III, kecuali camat dan lurah. Kabag hilang, kasi hilang, sekdin hilang. Muncul angka 954," kata Aang.

Dari 954 ini sudah dilakukan pemetaan dan tinggal pelaksanaan. Sementara itu, juga terdapat Permendagri 56 tahun 2019 bahwa kabag harus dieksekusi. Lain lagi dengan PP 72 tahun 2019 dan Surat Edaran Kemenpan RB.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Ganjar Sambangi Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Ingatkan Warga Agar Tak Mudah Tertipu

Regional
Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Ratusan Petani Hadang Petugas Pengadilan yang Tinjau Lahan Sengketa

Regional
Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Ganjar Larang Rumah Sakit se-Jateng Tanya Isi Dompet Pasien Miskin

Regional
Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Air Sungai Meluap, Sebuah Desa di Kudus Diterjang Banjir

Regional
Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Ditangkap, Pelajar SMP di Sulsel Jadi Kurir Sabu

Regional
Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Wagub Sulut: Potensi Bencana Kita Lengkap, tapi...

Regional
Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Cuaca Panas di Yogyakarta Akan Berlangsung hingga 3 Hari ke Depan

Regional
Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Basarnas Menduga Kapal Panji Saputra Telah Tenggelam

Regional
Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda, 2 Pengasuh PAUD Jadi Tersangka

Regional
Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Hasil Tes DNA, Dipastikan Jenazah Balita Tanpa Kepala di Samarinda adalah Yusuf yang Hilang di PAUD

Regional
Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Kapolda Maluku Jenguk Anggota Brimob Korban Penembakan KKB di Nduga

Regional
Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Gara-gara Kentut, Pasutri di Sumbar Dibacok Tetangganya

Regional
Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Hilang 10 Hari di Hutan Buton, Kakek 87 Tahun Selamat Berkat Minum Air Rotan

Regional
3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

3 Fraksi DPRD Usulkan Interpelasi Gubernur Sumbar soal Kunjungan ke Luar Negeri dan BUMD

Regional
Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Gerebek Kedai, Polres Humbahas Temukan Mesin Judi Milik Oknum Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X