61 Rumah di Pulau Buru Maluku Rusak Diterjang Gelombang Pasang

Kompas.com - 02/12/2019, 23:28 WIB
Gelombang pasang  menerjang rumah-rumah penduduk di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru Maluku, Senin (2/12/2019) malam Tangkapan layar videoGelombang pasang menerjang rumah-rumah penduduk di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru Maluku, Senin (2/12/2019) malam

AMBON, KOMPAS.com - Sebanyak 61 rumah di dua desa di Kabupaten Buru, Maluku, yakni di Desa Bara, Kecamatan Air Buaya dan Desa Wamlana, Kecamatan Fenalisela, rusak setelah diterjang gelombang pasang, Senin (2/12/2019) malam.

“Total rumah warga yang rusak itu ada 61. Untuk Desa Wamlana itu ada 46 rumah warga rusak ringan dan empat rusak berat, sedangkan di Desa Bara ada empat rumah rusak berat dan tujuh rumah lainnya rusak ringan,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru, Hadi Zulkarnain, saat dihubungi Kompas.com dari Ambon, Senin malam.

Baca juga: Gelombang Laut Tinggi Terjang Rumah Penduduk Pulau Buru Maluku, Ratusan Warga Mengungsi

Dia menjelaskan, akibat musibah tersebut, ratusan warga yang rumahnya terendam dan rusak terpaksa mengungsi ke tempat aman.


Selain merusak rumah warga, gelombang pasang juga ikut merusak talud penahan gelombang di pesisir pantai Sesa Wamlana.

Data rumah warga yang rusak masih akan diverifikasi kembali karena kejadian itu terjadi di malam hari.

“Ini data sementara ya, besok akan diverifikasi kembali soalnya kejadian kan malam,” ujar dia.

Terkait musibah tersebut, Zulkarnain memastikan bahwa tidak ada korban jiwa.

Meski begitu ia mengimbau agar warga di wilayah itu tetap waspada dengan fenomena alam yang terjadi.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Ambon, Andi Azhar Rusdin menyebut, fenomena yang terjadi merupakan fenomena alam yang biasa terjadi pada awal bulan baru dan akhir bulan purnama.

Baca juga: Pelayanan Publik Pemprov Maluku Masuk Zona Merah, Ini Kata Murad Ismail

Pada fenomena tersebut, posisi bumi, bulan dan matahari akan sejajar membentuk garis lurus.

“Data dari stasiun surut terdeteksi di Namlea menunjukkan bahwa tidak terjadi pasang maksimum pada malam ini,” ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X