Kak Seto: Kebiri Kimia Harus Dimaknai Pengobatan, Bukan Hukuman

Kompas.com - 29/11/2019, 15:28 WIB
Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (Kak Seto) KOMPAS.COM/A. FAIZALKetua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi (Kak Seto)

SURABAYA, KOMPAS.com - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi ( Kak Seto) setuju dengan hukuman kebiri kimia terhadap pelaku pencabulan anak.

Menurutnya, hukuman kebiri kimia jangan diartikan sebagai aksi balas dendam, tetapi upaya rehabilitasi dan pengobatan.

"Jika kebiri kimia dimaknai balas dendam, maka setelah menjalani kebiri kimia, pelaku akan melakukan dengan cara lebih sadis lagi," terang Kak Seto di Markas Polda Jatim, Jumat (29/11/2019).

Kebiri kimia, kata dia, harus dimaknai sebagai pengobatan dan upaya rehabilitasi karena libidonya terlalu tinggi.

"Karena itu sebelum dilakukan kebiri kimia perlu ada pendekatan psikologis dan atas kesadaran sendiri bahwa libidonya terlalu tinggi karena itu perlu dilakukan hukuman yang tidak menyakitkan," ujarnya.

Baca juga: Pembina Pramuka yang Divonis Hukuman Kebiri Kimia Tak Ajukan Banding

Kebiri kimia, kata dia, sempat ditolak oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), karena hal itu dimaknai sebagai hukuman.

"Dokter pasti menolak karena dokter itu mengobati, bukan menghukum. Lain jika kebiri kimia dimaknai sebagai pengobatan atau rehabilitasi," ujarnya.

Meski aturan teknis tentang hukuman kebiri kimia belum turun, namun 2 orang terpidana pelaku pencabulan anak sudah mengantre.

Keduanya adalah Rahmat Santoso Slamet (30), pembina kegiatan Pramuka asal Surabaya, dan Muhammad Aris, pemuda 20 tahun asal Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Rahmat Santoso Slamet selain divonis kebiri kimia selama 3 tahun, dia juga divonis penjara 12 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya.

Rahmat Santoso diamankan Polda Jatim pada Juli 2019 lalu. Dia adalah seorang pembina gerakan Pramuka di Surabaya. Dengan dalih latihan Pramuka di rumahnya, dia melakukan pencabulan terhadap anak didik laki-laki.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X