Polisi Ungkap Perjudian Pilkades Magelang, Salah Satu Tersangka Bawa Pistol

Kompas.com - 27/11/2019, 05:41 WIB
Dua tersangka perjudian Pilkades Magelang dihadirkan saat gelar perkara di Mapolres Magelang, Selasa (26/11/2019). KOMPAS.COM/IKA FITRIANADua tersangka perjudian Pilkades Magelang dihadirkan saat gelar perkara di Mapolres Magelang, Selasa (26/11/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Magelang mengungkap aksi perjudian (botoh) pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. 

Sebanyak 4 orang tersangka telah diamankan, yakni SK (60), warga Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar; KS (56), warga Desa Jumoyo, Kecamatan Salam; AR (58), warga Kadiluwih, Kecamatan Salam dan; Towil (44), warga Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar.

Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santoso menjelaskan kasus ini terungkap dari hasil pengembangan penangkapan Towil di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) Desa Plosogede, Minggu (24/11/2019).

Polisi yang sedang berpatroli menerima laporan masyarakat yang curiga dengan gerak-gerik tersangka.

Baca juga: Tidak Hanya di Surabaya, Bunga Tabebuya Juga Bermekaran di Magelang

Polisi kemudian menggeledah tersangka. Saat itu diketahui tersangka membawa sepucuk senjata api (senpi) rakitan jenis pistol di dalam tas selempang, berikut 2 butir amunisi kaliber 38 x 9 mm.

“Setelah dilakukan pengeledahan ternyata yang bersangkutan memiliki senjata api rakitan jenis pistol," kata Pungky dalam pers rilis di Mapolres Magelang, Selasa (26/11/2019).

Menurut Pungky, tersangka datang ke TPS tersebut untuk mengetahui siapa calon kepala desa yang terpilih.

Kemudian ia bekerja sama dengan tiga tersangka lainnya, yakni SK, KS dan AR, sebagai pemasang judi. Ketiganya ditangkap di rumahnya masing-masing sesaat setelah polisi menangkap Towi.

Total barang bukti yang diamankan polisi mencapai Rp 19 juta dari tangah tersangka SK. Uang tersebut merupakan hasil pengumpulan uang judi dari AR sebesar Rp 10 juta dan KS Rp 9 juta.

"Ada pun aturannya, jika pemasang menang nantinya akan mendapatkan dua kali lipatnya," ujar Pungky.

Atas perbuatannya, tersangka SK dan AR akan dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Tersangka Towil dijerat UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun.  

Baca juga: Angin Kencang Landa Magelang, 77 Rumah Warga Rusak

Towil mengaku sengaja membawa senpi untuk berjaga-jaga saja. Ia mengaku senjata api itu milik temannya yang meminjam uang dan baru 10 hari membawanya.

“Semula teman saya pinjam uang sebesar Rp 1,5  juta, terus dia nitip ini (senpi) kepada saya. Rencananya mau diambil sore, tapi tidak diambil. Ini mau saya kembalikan kepada teman karena mau datang ke pilkades, tapi ternyata nggak datang,” ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Jurnalis Mongabay asal Amerika Serikat Ditahan Imigrasi Palangkaraya

Regional
Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Divonis 2 Bulan, Kakek Samirin yang Pungut Getah Karet Seharga RP 17.000 Akhirnya Bebas

Regional
Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Gibran Tanggapi Pidato Megawati soal Minta Rekomendasi: Saya Tak Lewat Pintu Belakang

Regional
Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Dua Kali Kabur, Terpidana Mati yang 5 Tahun Jadi Buron Ini Ditembak Polisi

Regional
Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Beli Motor NMAX Pakai Uang Koin Rp 24 Juta, Pria di Banyuwangi Menabung di Kaleng Biskuit

Regional
Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Melihat Batik Siswa SLB di Kendal yang Disukai Turis Asing

Regional
Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Risma: Saya Enggak Mau Ditanya Malaikat Kenapa Ada Warga Kelaparan

Regional
Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dilarung ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X