Terkait Isu Pemekaran Papua, MRP Malah Usulkan Penggabungan Kabupaten

Kompas.com - 25/11/2019, 17:12 WIB
Ketua MRP, Timotius Murib KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKetua MRP, Timotius Murib

JAYAPURA, KOMPAS.com - Isu pemekaran provinsi di Papua masih menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Majelis Rakyat Papua ( MRP) yang merupakan perwakilan dari unsur adat, agama dan perempuan di Papua menilai, pemekaran wilayah tidak lebih unggul dibandingkan dengan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang sebelumnya dilakukan.

Ketua MRP Timotius Murib justru mengusulkan penggabungan kabupaten di Papua.

"Saya pikir, kita lebih baik bicara penggabungan dari pada pemekaran," ujar Timotius Murib di Jayapura, Senin (25/11/2019).

Baca juga: Bupati Asmat: Pemekaran Provinsi Papua Selatan Sesuai Aspirasi Masyarakat

Menurut Timotius, beberapa kabupaten yang baru terbentuk selama beberapa tahun, hingga kini belum berkontribusi baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Timotius yang belum mau menyebut secara terperinci kabupaten yang dimaksud, menilai hingga kini banyak pemerintahan tidak berjalan baik.

"Aturan mensyaratkan itu, bahwa tidak hanya pemekaran, tetapi aturan juga menyebutkan daerah-daerah pemekaran bisa digabungkan. Jadi kalau memang kabupaten-kabupaten yang tidak berkontribusi untuk masyarakat setempat, ngapain bikin pemakaran-pemekaran," tutur dia.

Anggaran triliunan rupiah yang telah digelontorkan pemerintah pusat untuk kabupaten baru di Papua, menurut Timotius, belum bisa mengangkat harkat dan martabat rakyat Papua.

Baca juga: Viral Surat Pelamar CPNS kepada Bupati yang Memohon supaya Diterima

Untuk itu, dia menilai, isu pemekaran provinsi baru di Papua bukan sebuah solusi yang tepat untuk saat ini.

"Yang jadi masalah hari ini ada beberapa kabupaten, lebih khusus di daerah pegunungan dan ada juga di daerah pantai yang dari hasil kunjungan kerja MRP memang tidak menolong rakyat. Hari ini pemekaran diramaikan oleh para elit saja, bukan orang di level akar rumput," kata Timotius.

Menurut Timotius, hingga kini belum ada aspirasi pemekaran yang masuk ke MRP, karena salah satu persyaratan yang diperlukan adalah surat rekomendasi dari lembaga kultural tersebut.

Timotius mengatakan, hal tersebut menunjukan bahwa isu tersebut hanya dihembuskan oleh para elit politik yang ingin memiliki kekuasaan dengan cara yang instan.

"Belum pernah ada yang sampaikan, isu pemekaran ini kan aspirasinya pemerintah pusat, saya tidak tahu maksudnya apa," kata Timotius.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alasan Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Alasan Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Puluhan Desa di Kabupaten Kubu Raya Bentuk Relawan Tangap Darurat Corona

Puluhan Desa di Kabupaten Kubu Raya Bentuk Relawan Tangap Darurat Corona

Regional
Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya Sendiri

Seorang Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya Sendiri

Regional
Kondisi Kesehatan 5 Pasien Positif Covid-19 Asal Padang Kian Membaik

Kondisi Kesehatan 5 Pasien Positif Covid-19 Asal Padang Kian Membaik

Regional
UPDATE: 103 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, 22 Sembuh, 2 Daerah Masih Hijau

UPDATE: 103 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, 22 Sembuh, 2 Daerah Masih Hijau

Regional
Antisipasi Corona, Pemkot Samarinda Perketat Pintu Masuk Wilayah

Antisipasi Corona, Pemkot Samarinda Perketat Pintu Masuk Wilayah

Regional
Kesal Tak Kunjung Dinikahi Pacarnya, Wanita Ini Coba Bunuh Diri

Kesal Tak Kunjung Dinikahi Pacarnya, Wanita Ini Coba Bunuh Diri

Regional
Dilempari Batu oleh Warga Saat Makamkan Jenazah Korban Corona, Petugas: Kita Juga Manusia, Bu!

Dilempari Batu oleh Warga Saat Makamkan Jenazah Korban Corona, Petugas: Kita Juga Manusia, Bu!

Regional
Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Polisi Periksa 6 Saksi

Syekh Puji Nikahi Anak 7 Tahun, Polisi Periksa 6 Saksi

Regional
Cegah Corona, 197 Warga Binaan di Kepri Bebas Bersyarat dan Dipantau via 'Online'

Cegah Corona, 197 Warga Binaan di Kepri Bebas Bersyarat dan Dipantau via "Online"

Regional
11 Ruas Jalan di Madiun Ditutup Cegah Penyebaran Corona, Wali Kota: Bukan Karepe Dewe

11 Ruas Jalan di Madiun Ditutup Cegah Penyebaran Corona, Wali Kota: Bukan Karepe Dewe

Regional
TKI dan Pelajar dari Zona Merah Pulang Kampung, ODP Covid-19 di NTB Jadi 1.357 Orang

TKI dan Pelajar dari Zona Merah Pulang Kampung, ODP Covid-19 di NTB Jadi 1.357 Orang

Regional
Masjid Raya Mujahiddin Pontianak Kembali Tak Gelar Shalat Jumat

Masjid Raya Mujahiddin Pontianak Kembali Tak Gelar Shalat Jumat

Regional
2 RS Rujukan Covid-19 di Karawang Penuh, Masyarakat Diimbau Patuhi Anjuran Pemerintah

2 RS Rujukan Covid-19 di Karawang Penuh, Masyarakat Diimbau Patuhi Anjuran Pemerintah

Regional
Tenangkan Pria Mabuk, Pemilik Warung Makanan Tewas Ditikam

Tenangkan Pria Mabuk, Pemilik Warung Makanan Tewas Ditikam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X