Kronologi 4 Siswa Disengat Tawon, 1 Pelajar SD Tewas

Kompas.com - 21/11/2019, 18:48 WIB
Rizki menunjukan luka zengatan tawon di tubuhnya, Kamis (21/11/2019) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGRizki menunjukan luka zengatan tawon di tubuhnya, Kamis (21/11/2019)

KOMPAS.com - Tiga orang pelajar sekolah dasar (SD) dan satu pelajar sekolah menengah pertama (SMP) warga Desa Cikedokan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, disengat tawon, Rabu (20/11/2019) sore.

Akibat kejadian itu, satu orang pelajar SD bernama Armi Fauzi (11) kelas VI SD Samarang meningal dunia, sementara tiga lainnya luka-luka yakni Saeful Ulum (12) pelajar kelas VII SMPN 2 Bayongbong, Muhammad Rizki (11) pelajar kelas VI SD Mekarsari, dan Elzar (9) pelajar kelas IV SD Samarang.

Meski sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun, nyawa Armi tidak bisa diselamatkan.

"Armi dan Elzar yang kakak beradik, dibawa ke Klinik Cisanca. Namun pada malam harinya, Armi meninggal dunia," kata Danramil Bayongbong, Kapten Inf Jaja dikutip dari TribunJabar.id.

Baca juga: 4 Siswa SD Disengat Tawon, 1 Tewas

Nenek dari Muhammad Rizki, Neni Suhaeni (60) mengatakan, kejadian berawal saat cucunya bermain bersama teman-temannya.

Saat itu, mereka mencoba membongkar sarang tawon yang ada di bagian atap salah satu rumah warga dengan cara naik ke lantai satu masjid dengan menggunakan kayu panjang.

Begitu kayu dicolokkan pada sarang twaon, sambung Neni. Tawon-tawon tersebut pun langsung menyerang mereka.

“Begitu tawonnya nyerang, mereka langsung berlarian. Rizki masuk bak kamar mandi setelah melompati jendela, Armi tidak bisa melompat jendela, karena jendelanya tinggi,” ujarnya, saat ditemui di kediamannya di Kampung Nangela, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Saat kejadian, sambung Neni, situasi di kampungnya sedang sepi dikarenakan ibu-ibu sedang mengikuti pengajian.

Setelah serangan tawon berhenti, anak-anak kemudian sempat berkumpul di posyandu, sedangkan Rizki pulang ke rumahnya.

“Setelah pulang (Rizki) langsung minta ke dokter karena sakit dari sengatan tawon, di kepalanya saja ada delapan lebih luka sengatan tawon, belum di badan, tangan dan kaki,” ujarnya.

Baca juga: Cara Damkar Musnahkan Sarang Tawon Vespa Affinis di Rumah dan Pohon

Sementara itu, Rizki mengatakan, dia bersama tiga teman lainnya memang sengaja membongkar sarang tawon yang kerap menganggu warga.

Sebelum melakukan pembongkaran sarang tawon, sambung Riki, ia bersama dengan ketiga temannya sudah menyiapkan kayu panjang untuk membongkar sarang tawon, serta pelindung wajah dari kardus.

“Pas ada yang tembus (kardus), kardusnya langsung dibuka, langsung kena kepala (serangan tawonnya),” ujarnya.

(Penulis: Kontributor Garut: Ari Maulana Karang | Editor: David Oliver Purba)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X