Cara Damkar Musnahkan Sarang Tawon Vespa Affinis di Rumah dan Pohon

Kompas.com - 16/11/2019, 16:11 WIB
Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinis SHUTTERSTOCK/YOD67Ilustrasi tawon ndas atau Vespa affinis

KLATEN, KOMPAS.com - Dinas Pemadam Kebakaran ( Damkar) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, memiliki cara khusus untuk memusnahkan sarang tawon Vespa affinis atau biasa dikenal tawon ndas.

Cara khusus yang dimaksudkan itu adalah apabila sarang tersebut berada di atap (plafon) atau di dalam rumah, dimusnahkan dengan cara disedot menggunakan blower.

Menurut petugas Damkar Klaten, Eddy Setiawan, blower merupakan alat pemadam kebakaran yang digunakan untuk menyedot asap.


Baca juga: Sengatan Tawon Vespa Affinis Kembali Renggut Korban Jiwa di Klaten

 

Tetapi, blower ini justru digunakan untuk menyedot sarang tawon yang sengatannya mematikan itu.

"Blower itu alat khusus penanganan kebakaran untuk menghisap asap. Tapi, ternyata digunakan untuk menghisap sarang tawon pun mampu. Sehingga kami gunakan untuk itu," kata Eddy, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (15/11/2019).

Penggunaan blower untuk menghisap sarang tawon Vespa affinis tersebut dilakukan juga dengan pertimbangan keselamatan petugas dan warga yang rumahnya menjadi sarang tawon.

"Kami pakai blower itu demi pertimbangan. Kerena kami mengutamakan keselamatan petugasnya. Tetapi masyarakat sekitar juga. Kalau tawonnya nyebar kan jadi masalah juga. Jadi harus diperhitungkan," imbuh dia.

Sementara, jika sarang tawon tersebut berada di pohon maka cara memusnahkannya dilakukan dengan dibakar. Api yang digunakan untuk memusnahkan sarang tawon harus besar.

"Dan, harus aman dan jauh dari rumah," tandas dia.

Baca juga: Seorang Kakek Tewas Saat Diserang Tawon, Diduga Kehabisan Nafas

Eddy mengatakan, selama tahun 2017 pihaknya telah memusnahkan sebanyak 217 titik lokasi sarang tawon.

Kemudian, tahun 2018 ada sebanyak 207 titik lokasi sarang tawon dan tahun 2019 ada 236 titik lokasi sarang tawon.

"Tapi kemarin sempat konsultasi ke LIPI siklus hidup tawon berada di wilayah panas dan masa bertelurnya ketika memasuki musim penghujan (November)," kata Eddy. 

"Bulan-bulan seperti ini (November) akan banyak dijumpai sarang tawon ini di permukiman," tambah dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X