Kapolda Papua Tak Akan Toleransi Gangguan Keamanan Jelang HUT OPM

Kompas.com - 20/11/2019, 15:20 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpaw bersama 13 pelaku perdagangan narkoba kelas kakap dan barang bukti 38 kilogram sabu, Kamis (7/12/2017). KOMPAS.com/Mei LeandhaKapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpaw bersama 13 pelaku perdagangan narkoba kelas kakap dan barang bukti 38 kilogram sabu, Kamis (7/12/2017).

JAYAPURA, KOMPAS.com - Menjelang 1 Desember, aparat keamanan meningkatkan aktivitasnya di Papua untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan.

Momen tersebut merupakan hari kemerdekaan yang juga lahirnya Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menegaskan tidak akan menoleransi setiap gerakan yang memiliki potensi pada terjadinya gangguan keamanan.


Baca juga: Jelang HUT OPM 1 Desember, Kodim Jayawijaya Antisipasi Pergerakan KKB

"Mungkin kalau mereka hanya sekadar mau beribadah monggo, tapi aksi yang kelewatan pastinya akan kami tindak karena saat ini kami sedang sindroma. Sampai saat ini, masyarakat masih khawatir bahwa jangan sampai kejadian-kejadian yang lalu terulang lagi," ujar Paulus, di Jayapura, Selasa (19/11/2019).

Aparat keamanan, baik TNI maupun Polri, kini tengah melakukan cipta kondisi agar kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah di Papua tidak terulang lagi.

Menurut Paulus, trauma yang diderita para korban kerusuhan belum hilang sehingga aparat keamanan akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Ketakutan demi ketakutan itu yang harus kami hindari. Untuk itu, sampai saat ini, kami masih melakukan upaya-upaya pendekatan dan melakukan komunikasi dengan pihak tersebut. Pihak-pihak tersebut adalah mereka yang melakukan aksi, mereka mendukung, menjadi tokoh-tokoh, dan lain sebagainya," tutur dia.

Baca juga: Jelang HUT OPM, Polisi Antisipasi Pergerakan KKB ke Mimika

Paulus juga menyebutkan beberapa daerah yang dianggap rawan menjelang 1 Desember.

Daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Jayawijaya, Timika, Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Intan Jaya, Yahukimo, Tolikara, dan Kabupaten Nduga.

Namun, ia menegaskan, TNI-Polri sudah membuat strategi untuk meminimalisasi risiko terjadinya konflik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X