Di Balik Modus "Human Trafficking" di Cianjur, Dijanjikan Kerja di Arab hingga Terima Uang Rp 2 Juta

Kompas.com - 19/11/2019, 11:01 WIB
Pasangan suami istri (pasutri), AS (47) dan AS (46) diamankan di Polres Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019) atas dugaan keterlibatan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANPasangan suami istri (pasutri), AS (47) dan AS (46) diamankan di Polres Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019) atas dugaan keterlibatan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sabtu (16/11/2019), polisi menangkap AS (46) dan AS (47) di sebuah vila di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Pasangan suami istri dijerat kasus tindak pidana perdagangan orang.

Saat penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain 2 mobil, KTP para korban, surat keterangan calon tenaga kerja palsu, dan sejumlah buku tabungan milik AS.

Polisi juga mengamankan 15 perempuan paruh baya yang menjadi korban perdagangan manusia oleh pasangan suami istri AS.


Baca juga: Polisi Tangkap Pasutri Pelaku Human Trafficking di Cianjur

Dijanjikan kerja di Arab

Sejumlah perempuan paruh baya menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Polres Cianjur sendiri mengamankan dua orang pasangan suami istri sebagai tersangka.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Sejumlah perempuan paruh baya menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Polres Cianjur sendiri mengamankan dua orang pasangan suami istri sebagai tersangka.
Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menjelaskan pasangan suami istri tersebut menjanjikan para korban bekerja di negara Timur Tengah dan Arab Saudi.

Para korban sebagian besar adalah perempuan paruh baya.

Untuk berangkat, mereka tidak perlu membayar yang sepeser pun. Bahkan para korban, masing-masing mendapatkan uang Rp 2 juta.

"Malah para calon buruh migran ini diberi uang, rata-rata per kepala Rp 2 juta. Namun, sifatnya pinjaman, cara bayarnya dipotong dari gaji saat mereka sudah bekerja di luar negeri nanti,” sebut dia.

Baca juga: Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Para korban bukan hanya dari Cianjur, tapi ada yang berasal dari Lombok Tengah. Pasangan suami istri tersebut lah yang langsung merektrut calon tenaga kerja.

Meeka berkunjung di berbagai daerah di Jawa Barat seperti dari Cirebon, Karawang, Bandumg Barat, Tasikmalaya, Sukabumi, dan Banten.

"Ada juga dari Banten dan luar Pulau Jawa, dari Lombok Tengah, seorang," ucapnya.

Baca juga: Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Memalsukan dokumen

Ilustrasi korban perdagangan manusia.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi korban perdagangan manusia.
Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengatakan pasangan suami tersebut memalsukan dokumen ketenakerjaan serta identitas dan domisi para korban.

Mereka juga menjanjikan pekerjaan di negara Timur Tengah dan Arab Saudi, padahal pengiriman tenaga kerja di dua wilayah tersebut masih moratorium.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X