Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Kompas.com - 19/11/2019, 08:08 WIB
Pertemuan Utiek Suprapti (Kanan) dan Bupati Bantul Suharsono (Krem) di Kantor Bupati Bantul Senin (18/11/2019) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOPertemuan Utiek Suprapti (Kanan) dan Bupati Bantul Suharsono (Krem) di Kantor Bupati Bantul Senin (18/11/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Senin (18/11/2019), Pemerintah Kabupaten Bantul mengundang pihak terkait pembubaran upacara piodalan di Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupten Bantul, Yogyakarta.

Menurut Bupati Bantul, Suharsono, peristiwa tersebut terjadi karena ada kesalahpahaman antara warga dan pemilik rumah.

Ia mengatakan tidak ada larangan bagi pemeluk agama manapun untuk beribadah. Namun ia mengatakan agar ada komunikasi antar warga sehingga peristiwa tersebut tidak terulang.

"Sudah tidak ada masalah lagi, tidak ada yang salah di sini. Hanya kita miskomunikasi saja. Tadi kami sarankan untuk selalu komunikasi sosialisasi. Saya tidak melarang itu untuk kebaktian ternyata ibu Utiek juga statusnya sudah beragama Hindu," katanya di kantor Bupati Bantul, Senin (18/11/2019).


Baca juga: Polemik Pembubaran Upacara Piodalan Berawal dari Kesalahpahaman

 

Difasilitasi pembuatan pura

Pemangku Padma Buwana, Utiek Suprapti (baju putih) saat menemui wartawan dikediamanya Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten BantulKOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA Pemangku Padma Buwana, Utiek Suprapti (baju putih) saat menemui wartawan dikediamanya Dusun Mangir Lor, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul
Bupati Bantul, Suharsono mengatakan Pemerintah Kabupaten Bantul akan memfasilitasi Utiek, pemilik rumah untuk membuat pura.

"Untuk ( tempat ibadah) agama Hindu wong gratis kok. Saya bikin mudah dan gratis kok. Semua agama statusnya sama semua, tidak ada beda-beda," ucapnya.

Ia juga mengatakan tidak akan mempersulit perizinan pembuatan pura di wilayahnya.

Saat pertemuan juga dijelaskan bahwa Paguyuban Padma Buwana yang diikuti oleh Utiek sudah masuk ke naungan Parisada Hindi Dharma Indonesia. Sehingga upacara sembayangan yang dilakukan oleh Utiek tidak perlu dipermasalahkan.

Baca juga: Upacara Piodalan Diprotes, Sultan HB X: Saya Minta Pak Bupati Menangani

Hal tersebut dijelaskan Muhammad Irwan Susanto Kepala Desa Sendangsari yang hadir dalam pertemuan tersebut.

"Ini sudah jelas tidak ada permasalahan lagi kalau kemarin kan cuma miskomunikasi belum ada kejelasan beliau ini (penghayat) kepercayaan atau MLKI (Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia) atau Hindu. Tapi tadi sudah ada klarifikasi dan pernyataan seperti itu," ucapnya.

Irwan juga mengatakan bahwa di pertemuan tersebut dijelaskan bahwa tempat ibadah di depan rumah Utiek adalah sanggar pemujaan untuk keluarga dan bukan bukan pura.

" Tempat ibadah itu belum menjadi pura artinya harus butuh proses untuk legalitas (Jika ingin mendirikan pura). Tapi itu sanggar pemujaan tadi menyampaikan sanggar pemujaan dan itu lebih memperjelas karena belum ada sosialisasi. Artinya ketika sanggar pemujaan untuk keluarga. Kalau mendatangkan orang banyak harus disosialisasikan. Ya sesuai ajaran Hindu dan memang tidak ada aturan izin tidak ada masalah," ucapnya.

Baca juga: 7 Hal Penting Kasus Pembubaran Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Saat pertemuaan Utiek juga menyampaikan harapannya agar bisa beribadah di depan rumahnya, seperti saat bulan purnama karena saat itu keluarga besanya datang untuk beribadah.

"Mohon izin ketika bulan purnama dan pada purnama tilem dan hari-hari besar agama Hindu keluarga kami pada datang ke tempat kami. Di tempat saya sanggar pamujan keluarga tapi karena keluarga saya keluarga besar, untuk itu bahwa keluarga saya dari luar kota setahun sekali pulang kampung mengadakan doa bersama, doa leluhur kalau di dalam Hindu disebut piodalan," ucapnya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Markus Yuwono | Editor: Khairina)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Dirawat 3 Bulan, Orangutan Tapanuli Kembali Dilepasliarkan

Regional
Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Banjir Lumpur di Bandung Barat, Akses Jalan 2 Kampung Tertutup

Regional
9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X