Edarkan Uang Palsu Senilai Rp 20,8 Juta, Pria Lansia Ditangkap

Kompas.com - 18/11/2019, 20:59 WIB
Jajaran Polres Malang saat merilis pelaku pengedaran uang palsu, Senin (18/11/2019). Dok. Humas Polres MalangJajaran Polres Malang saat merilis pelaku pengedaran uang palsu, Senin (18/11/2019).

MALANG, KOMPAS.com – Sarmin alias Minto (64) ditangkap Polres Malang saat hendak mengedarkan uang palsu senilai Rp 20,8 juta di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, pelaku asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini, ditangkap pada Kamis (14/11/2019) di SPBU Desa Sukoharjo, Kecamatan Kepanjen.

Saat itu, anggota Satreskrim yang tengah melaksanakan patrol rutin mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada seseorang yang membawa uang palsu.


“Atas informasi itu sekitar pukul 10.00 WIB, anggota Satreskrim Polres Malang bergegas melakukan penangkapan terhadap tersangka,” katanya dalam rilis di Mapolres Malang, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Hendri Cetak Rp 11 Juta Uang Palsu Gunakan HVS, Nomor Seri Diedit Pakai Photoshop

Dari hasil penangkapan itu, petugas berhasil men5tgamankan barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak 174 lembar, dan uang palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 68 lembar.

“Pelaku menyimpang uangnya di dalam tas yang tergantung digantungan depan sepeda motor milik tersangka. Tersangka beserta barang bukti digelandang ke Polres Malang untuk proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Tersangka, kata dia, mendapatkan uang palsu itu dari seseorang berinisial E.

Baca juga: Sebanyak 17.000 Lembar Uang Palsu Beredar di Lampung

Uang paslu sebanyak itu dibelinya dengan harga Rp 5 juta.

"Transaksi jual beli uang palsu itu terjadi di daerah Jatiasih, Bekasi," ujarnya.

Setelah mendapatkan uang palsu tersebut, pelaku lalu menuju ke Malang untuk mengedarkannya.

Pelaku sempat menawarkan kepada seseorang di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Namun gagal membelinya karena bentuknya dianggap tidak sama persis dengan uang aslinya.

Setelah itu, pelaku menuju Kecamatan Kepanjen untuk mencari pembeli uang palsu yang lain. Nahas, saat berada di Kecamatan Kepanjen, pelaku tertangkap polisi.

Pelaku dikenai pasal 26 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X