Sebanyak 17.000 Lembar Uang Palsu Beredar di Lampung

Kompas.com - 17/10/2019, 06:39 WIB
Koordinator Tim Sistem Pengelolaan Pembayaraan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) perwakilan Lampung, Sutono menujukkan cara memeriksa keaslian uang di Mapolda Lampung, Rabu (16/10/2019). Selama tiga tahun peredaran uang palsu di Lampung lebih dari 17 ribu lembar. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAKoordinator Tim Sistem Pengelolaan Pembayaraan Uang Rupiah Bank Indonesia (BI) perwakilan Lampung, Sutono menujukkan cara memeriksa keaslian uang di Mapolda Lampung, Rabu (16/10/2019). Selama tiga tahun peredaran uang palsu di Lampung lebih dari 17 ribu lembar.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Lebih dari 17 ribu lembar uang palsu beredar dalam kurun waktu tiga tahun di Lampung sejak 2016 hingga 2019.

Peredaran tertinggi pada 2019 yang mencapai 5.591 lembar.

Kondisi ini disampaikan Koordinator Tim Sistem Pengelolaan Pembayaraan Uang Rupiah Bank Indonesia ( BI) perwakilan Lampung, Sutono.

Menurutnya, dalam jangka waktu tiga tahun sejak 2016 hingga 2019 peredaran uang palsu di Lampung mengalami peningkatan.

“Tahun 2016 hingga 2017 sempat alami penurunan. Namun pertengahan 2017 hingga September 2019 kembali mengalami peningkatan uang palsu,” katanya saat ekspos tangkapan uang palsu di Mapolda Lampung, Rabu (16/10/2019).

Data tersebut adalah hasil pengungkapan kasus dari kepolisian dan laporan masyarakat.

Baca juga: Tak Punya Dana Bayar Utang, Hendri Nekat Cetak Uang Sendiri

Uang palsu terus meningkat

Sutono merinci, pada 2016 uang palsu yang beredar dan berhasil diungkap mencapai 5.738 lembar.

Kemudian pada 2017 tercatat sebanyak 2.835 lembar.

Pada 2018, uang palsu yang disita mencapai 3.291 lembar.

“Dan tahun 2019, hingga September kemarin, meningkat lagi mencapai 5.591 lembar. Tetapi, uang-uang palsu itu tidak ada nominalnya,” kata Sutono.

Sebagai regulator peredaran rupiah, Sutono menambahkan, BI terus mengedukasi masyarakat agar awas dan waspada peredaran uang palsu.

“Seperti uang tidak asli ini, kualitas uangnya jelas bahwa ini uang tidak asli dengan metode 3D (dilihat, ditrawang diraba). Sudah kelihatan secara kasat mata,” kata Sutono.

Baca juga: Ini Pengakuan Penjual Pulsa yang Cetak Uang Palsu untuk Bayar Utang ke Rentenir

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X