Ini Pengakuan Penjual Pulsa yang Cetak Uang Palsu untuk Bayar Utang ke Rentenir

Kompas.com - 17/10/2019, 05:17 WIB
Direktur Ditkrimum Polda Lampung Kombes M Barly Ramadhani (tengah berkacamata) menunjukkan barang bukti printer yang digunakan untuk mencetak uang palsu, Rabu (16/10/2019). Polisi menyita uang palsu sebanyak Rp 11 juta dari tersangka Hendri Seto, warga Pesawaran. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYADirektur Ditkrimum Polda Lampung Kombes M Barly Ramadhani (tengah berkacamata) menunjukkan barang bukti printer yang digunakan untuk mencetak uang palsu, Rabu (16/10/2019). Polisi menyita uang palsu sebanyak Rp 11 juta dari tersangka Hendri Seto, warga Pesawaran.

KOMPAS.com - Gara-gara sering ditagih utang oleh rentenir, seorang pedagang pulsa berinisial HS (36), warga Dusun Sidomukyo, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, nekat cetak uang palsu untuk membayar utang.

“Saya cetak malam hari, siangnya saya bayar utang. Tapi habis bayar langsung ditangkap,” kata HS.

Menurut Direktur Ditkrimum Polda Lampung Kombes,M Barly Ramadhani, kasus tersebut terungkap setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat.

“Jadi tersangka ini memalsukan uang tersebut untuk membayar utang kepada seorang rentenir yang sudah jatuh tempo,” kata Barly di Mapolda Lampung, Rabu (16/10/2019).

Seperti diketahui, HS ditangkap tanpa perlawanan oleh Tim Tekab 308 Ditkrimum Polda Lampung pada hari Sabtu (12/9/2019) lalu.

Baca juga: Tak Punya Dana Bayar Utang, Hendri Nekat Cetak Uang Sendiri

Sementara itu, HS menjelaskan, sebetulnya dirinya tidak ingin membuat uang palsi. Namun karena sudah jatuh tempo dan ditagih terus oleh renternir, maka dia nekat palsukan uang. Waktu itu, HS mengaku mencetak uang palsu senilai Rp 11 juta.

“Saya terpaksa palsukan uang, karena usaha sebagai pedagang pulsa enggak cukup untuk menutupi utang. Maka itu saya terpaksa membuat uang palsu,” kata HS.

Baca juga: Kasus Pembunuhan "Debt Collector", Pelaku Mengaku Kerap Ditantang Duel oleh Korban

Sementara itu, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa printer dan uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 88 lembar dan pecahan Rp 50 ribu sebanyak 44 lembar.

“Kami juga menyita barang bukti satu unit printer yang digunakan tersangka untuk memalsukan uang-uang tersebut,” kata Barly.

Menurut HS, dirinya mencetak uang palsu hanya dengan printer merek Canon dan kertas HVS warna putih.

(Penulis: Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya | Editor: Khairina)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X