Harapan Petani dan Pengusaha Moke di NTT agar Tuak Dilegalkan

Kompas.com - 18/11/2019, 15:38 WIB
Foto : Stevanus, salah satu pengrajin sekaligus pengusaha tuak/moke di Maumere menunjukkan moke hasil racikannya di Desa Watu Gong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, Senin (18/11/2019). KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Stevanus, salah satu pengrajin sekaligus pengusaha tuak/moke di Maumere menunjukkan moke hasil racikannya di Desa Watu Gong, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Flores, NTT, Senin (18/11/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com - Petani dan pengusaha tuak rumahan atau moke yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) berharap agar minuman tradisional tersebut dapat dilegalkan oleh Bea Cukai.

Petani tuak di Maumere, Kabupaten Sikka, Petrus Pitoy mengaku senang apabila harapan itu benar-benar terwujud.

Petrus mengatakan, rencana agar Bea Cukai melegalkan tuak adalah angin segar bagi para petani tuak atau moke. Selama ini, para petani tuak ingin agar tuak tidak lagi dilarang dijual di pasar.

Ia mengatakan, jika tuak dilegalkan, maka petani tidak lagi susah saat mengirim tuak ke luar daerah. 

"Saya setuju kalau tuak atau moke ini dilegalkan. Bukan hanya karena moke ini simbol adat, tetapi paling penting adalah minuman ini harus berlabel, agar bisa dijadikan minum khas daerah," ujar Petrus Pitoy saat ditemui Kompas.com, Senin (18/11/2019).

Baca juga: Mabuk Tuak, Seorang Pria di Lampung Nyaris Perkosa Nenek 65 Tahun

"Kalau sudah seperti itu, nanti tidak ada lagi cerita moke dimusnahkan oleh aparat dan dilarang bawa ke luar daerah," kata Petrus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, salah seorang pengusaha tuak lain di Maumere, Stevanus mengungkapkan, pada prinsipnya ia sangat setuju dengan adanya cukai alkohol. 

Menurut Stevanus, dengan adanya cukai alkohol, tentu hal itu bisa memberi kontribusi yang besar bagi pendapatan negara dan daerah. 

Selain itu, hal tersebut berkontribusi memberikan kesejahteraan bagi para petani.

Baca juga: Perampok Mengikat ATM BRI, lalu Ditarik Pakai Mobil

Namun, menurut Stevanus, tuak atau moke yang dikenai cukai itu semestinya yang sudah memiliki standar.

Hal itu mulai dari pengolahan/produksi, sampai pada pengemasan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.