DPRD Jabar: Program "Satu Pesantren Satu Produk" Sebatas Seremonial

Kompas.com - 17/11/2019, 20:51 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Oleh Soleh. handoutWakil Ketua DPRD Jawa Barat Oleh Soleh.

KOMPAS.com - Ansor Kabupaten Tasikmalaya mempertanyakan program -program untuk pesantren yang digulirkan Ridwan Kamil- Uu Ruzhanul Ulum saat masa kampanye dulu.

Sebab, program Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan mereka itu hingga saat ini belum terasa manfaatnya bagi masyarakat, tertuama untuk pondok pesantren sebagai benteng moral dan keberlangsungan masyarakat Jawa Barat.

"Ada pun program 'satu pesantren, satu produk unggulan' terkesan ekslusif dan seremonial. Tapi yang nggak penting malah teralisasi seperti kolam renang Pak Gubernur," kata Fahmi melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (17/11/2019).

Fahmi mengatakan, Ansor juga mendorong DPRD Jawa Barat harus benar-benar memperhatikan masyarakat, terutama pesantren yang sudah berperan besar menjaga Jawa Barat.


"DPRD jangan hanya ikut beken dan melegitimasi program gubernur yang tak efektif, seperti penataan rumah dinas gubernur plus dengan kolam renangnya," katanya.

Baca juga: Wagub Jabar Rancang Program Satu Pesantren Satu Minimarket

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Oleh Soleh mengakui, program satu pesantren satu produk belum banyak dirasakan secara nyata oleh lembaga pendidikan keagamaan.

Bahkan, Oleh menyebutkan, program tersebut sebagaiman program lainnya, satu desa satu thafiz, santri juara, dan ajengan juara baru sebatas serimonial.

"Pak Gubernur perlu mengevaluasi secara menyeluruh program keagamaan. Bagus jika melanjutkan program yang pernah dicanangkan oleh gubernur sebelumnya, yakni program 1.000 kobong, dan bantuan keuangan guru (BKG).

"Program tersebut bisa langsung dirasakan oleh masyarakat," kata Oleh kepada Kompas.com via sambungan telepon, Minggu.

Namun demikian Oleh mengakui, di satu sisi bantuan hibah keagamaan acap kali disalahgunakan. Oleh karena itu, perlu komitmen bersama agar setiap rupiah uang rakyat betul-betul memiliki manfaat untuk kemajuan masayarakat dan agama.

Ke dapan, lanjut Oleh, DPRD akan sesegera membuat peraturan daerah tentang pesantren sebagai turunan dari Undang-undang Pesantren.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X