[POPULER NUSANTARA] Senior Tendang Kemaluan Mahasiswa Unitas yang Tewas | Viral Guru Mengajar Pakai Helm

Kompas.com - 13/11/2019, 05:26 WIB
Ibunda Muhammad Akbar Fasseta menyalami Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi di sela-sela reka adegan perstiwa yang menyebabkan anaknya meninggal dunia 16 Oktober lalu AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGIbunda Muhammad Akbar Fasseta menyalami Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi di sela-sela reka adegan perstiwa yang menyebabkan anaknya meninggal dunia 16 Oktober lalu
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Saat seka ulang kasus tewasnya mahasiswa Universitas Taman Siswa (Unitas) Palembang, Sumsel, terlihat jelas ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh 3 tersangka.

Mereka adalah senior Menwa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Palembang.

Di salah satu adegan terlihat salah satu tersangka menendang kemaluan korban dari belakang saat korban hendak beraktivitas di pagi hari.

Sementara itu di Klaten, viral foto seorang guru mengajar menggunakan helm di kelas. Selain guru, di foto tersebut terlihat kondisi plafon yang rusak.


Foto itu pertama kali diunggah akun Twitter @smpn3bayat pada Minggu (10/11/2019).

Berikut 5 berita populer nusantara selengkapnya:

1. Senior tendang kemaluan mahasiswa Unitas yang tewas

Ketiga tersangka R, IK dan KI melalkukan reka adegan saat kegiatan diksar menwa tanggal 16 Oktober lalu yang menyebabkan Muhammad Akbar meninggal dunia karena dugaan tindakan kekerasan para tersangkaAMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNG Ketiga tersangka R, IK dan KI melalkukan reka adegan saat kegiatan diksar menwa tanggal 16 Oktober lalu yang menyebabkan Muhammad Akbar meninggal dunia karena dugaan tindakan kekerasan para tersangka
Saat Reka ulang kasus tewasnya Muhammad Akbar, mahasiswa Unitas Palembang saat Diksar Menwa, terlihat jelas ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh tiga tersangka.

Mereka adalah senior Menwa yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Palembang.

Ketikareka ulang ada adegan salah satu tersangka menendang kemaluan korban dari belakang saat korban hendak beraktivitas di pagi hari.

Korban bahkan sempat terguling di lapangan sambil memegang kemaluannya karena kesakitan.

Ada juga adegan kaki dan tubuh korban diikat dengan tali tambang oleh salah satu senior.

Namun, menurut pelaku yang mengikat, tindakan itu dilakukan untuk meluruskan kaki korban yang keram dan tidak bisa berjalan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X