KILAS DAERAH

Lewat Kedai Kopi, Dompet Dhuafa Ingin Entaskan Kemiskinan

Kompas.com - 11/11/2019, 14:28 WIB
Pada momen peringatan Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa gelar Pentas Kreativitas Budaya dan Peluncuran Rumah Kopi Madaya yang berada di Kawasan Zona Madina, Parung, Bogor, Minggu (10/11/2019). DOK. Humas Dompet DhuafaPada momen peringatan Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa gelar Pentas Kreativitas Budaya dan Peluncuran Rumah Kopi Madaya yang berada di Kawasan Zona Madina, Parung, Bogor, Minggu (10/11/2019).

KOMPAS.com – Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Imam Rulyawan menekankan pengentasan kemiskinan harus dilakukan dengan multi disiplin. Berbagai cara tersebut antara lain melalui kerja nyata kemanusiaan dan memperdayakan masyarakat miskin.

Untuk itu, Dompet Dhuafa meluncurkan program Rumah Kopi Madaya yang ditandai dengan peresmian Kedai Kopi Madaya di Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa di Jampang, Kemang, Bogor, Minggu (10/11/2019).

“Hari ini, dengan resmi (Dompet Dhuafa) meluncurkan program Rumah Kopi Madaya yang artinya Maju dan Berdaya. Ibarat satu keping dua sisi mata uang, Maju dan Berdaya tidak dapat terpisahkan, tidak akan maju tanpa berdaya, serta tidak akan berdaya tanpa maju,” kata Imam.

Lebih lanjut, dia menyebutkan peresmian rumah kopi tersebut bisa menjadi tolak ukur dan pintu gerbang pemberdayaan kopi di Dompet Dhuafa. Pasalnya, minum kopi di Rumah Kopi Madaya sudah termasuk bersedekah lewat Dompet Dhuafa.

Baca juga: Mudahkan Masyarakat Berdonasi, Dompet Dhuafa Luncurkan Aplikasi MUMU

“Dari Rumah Kopi Madaya, pemberdayaan Dompet Dhuafa akan go Internasional, serta mengangkat harkat dan martabat kesejahteraan para petani maupun masyarakat yang terlibat dalam proses pemberdayaan,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Imam juga menyebutkan beragam variasi kopi dari petani Indonesia layak untuk dikembangkan menjadi komoditi baru di industri kopi nusantara.

Direktur Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa Jodi Iswanto yang hadir dalam peresmian tersebut menambahkan selain sebagai kedai, Rumah Kopi Madaya juga menjadi tempat bagi Dompet Dhuafa untuk mengembangkan program agroindustri kopi.

“Melalui rumah tersebut, dapat menjadi tujuan kuliner maupun wisata edukatif bagi masyarakat umum, dalam menikmati beragam kopi hasil petani komunitas atau binaan Dompet Dhuafa di Rumah Kopi Madaya,” ujarnya.

Baca juga: Perluas Jangkauan, Dompet Dhuafa Buka 200 Zona Layanan di 34 Provinsi

Program ini hadir di tahun 2019, kata dia, karena telah sekian lama menemani petani kopi di nusantara.

“Sebagai model usaha (petik merah), rumah produksi tersebut mengolah biji kopi dengan mesin roasting berteknologi hot air, dan akan menghasilkan hilir kopi yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa berbasis sosial bisnis,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X