Dua Tokoh Asal Yogyakarta Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Kompas.com - 08/11/2019, 10:32 WIB
Salah satu potret Prof. Dr. Sardjito, MD, MPH  yang dipamerkan di sela-sela Seminar Nasional Dalam Rangka Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Prof. Dr. M. Sardjito, MPH di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2/2018) KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMANSalah satu potret Prof. Dr. Sardjito, MD, MPH yang dipamerkan di sela-sela Seminar Nasional Dalam Rangka Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional bagi Prof. Dr. M. Sardjito, MPH di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (27/2/2018)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dua tokoh asal Yogyakarta akan dianugerahi gelar pahlawan nasional pada Jumat (08/11/2019) di Istana Negara.

Dua tokoh ini adalah Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakir dan Prof. Dr. M. Sardjito.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Untung Sukaryadi membenarkan jika dua tokoh Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakir dan Prof. Dr. M. Sardjito akan dianugerahi gelar pahlawan.

"Iya betul (Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakir akan dianugerahi gelar pahlawan nasional), dengan Prof. Dr. Sardjito. Iya dua (tokoh)," ujar Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Untung Sukaryadi saat dihubungi, Kamis (07/11/2019) malam.


Baca juga: Ruhana Kuddus, Jurnalis Perempuan Pertama, Diangkat Jadi Pahlawan Nasional

Untung menjelaskan proses pengusulan gelar pahlawan nasional bisa dilakukan oleh siapa saja, mulai dari masyarakat, lembaga, maupun komunitas. Didalam proses tersebut, ada data-data yang harus dilengkapi.

"Ada kelengkapan yang harus dilengkapi, data-data perjuangan, lantas ada akademiknya, diseminarkan lokal maupun nasional," ucapnya.

Setelah itu, data-data dikaji oleh tim daerah. Dari hasil kajian, jika dinilai layak maka akan direkomendasikan ke gubernur. Dari gubernur, nantinya dilanjutkan ke Kementerian Sosial.

Menurutnya Kementerian Sosial tidak bisa mengeksekusi. Masih harus didaftarkan ke dewan gelar nasional. Setelah dikaji, lantas diajukan ke presiden.

Disampaikanya, salah satu pihak yang mengusulkan Prof. K.H. Abdul Kahar Mudzakir mendapat gelar pahlawan nasional adalah dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Baca juga: Syaichona Cholil Bangkalan Disebut Layak Jadi Pahlawan Nasional

"Kalau pengajuanya sudah agak lama, Prof. Dr. Sardjito juga baru dieksekusi tahun ini juga. Yogya itu hebat, hanya 10 gelar pahlawan, dua dari Yogya," urainya.

Undangan penganugerahan lanjutnya sudah diterima. Rencananya dirinya akan mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk menghadiri penganugerahan gelar pahlawan nasional di istana negara, Jakarta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

9 Rumah Warga di Minahasa Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Regional
Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Zaenal Tewas Dianiaya Polisi, Keluarga: Dia Juga Tidak Berdaya

Regional
Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Rekonstruksi Kasus Tewasnya Zaenal karena Dianiaya Polisi: 29 Adegan, Dipukul Traffic Corn

Regional
Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Pengolahan Aspal Banyumas Diminta Ditutup karena Sebabkan Polusi, Pemilik: Terlalu Berlebihan

Regional
Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Diduga Tipu Keluarga Sendiri, Dosen PTN di Sumbar Ditangkap

Regional
4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

4 Tahanan Narkoba Polresta Malang Kabur, Kapolresta: Kalau Ada Kelalaian Akan Diproses

Regional
Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Iming-iming Uang Rp 4.000, Kakek di Brebes Cabuli 8 Anak di Bawah Umur

Regional
Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Gubernur Ridwan Kamil Akan Desain Stasiun Al Jabbar

Regional
Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Jelang Natal dan Tahun Baru, BPOM Purwokerto Temukan Makanan Tak Layak Edar

Regional
Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Asyik Ngopi, Mahasiswa di Kediri Tewas Tertimpa Pohon

Regional
Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Polisi Gadungan Peras Para Wanita Lewat Video Bugil, Korbannya Gadis hingga Wanita 50 Tahun

Regional
Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Polisi Cek Legalitas Mobil Lamborghini yang Terbakar di Surabaya

Regional
Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Kronologi Penemuan Jasad Wanita Tanpa Busana Mengambang di Sungai

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bangkalan, Pohon Tumbang dan Tiang Listrik Roboh

Regional
Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Mari Bantu Dimas, Bocah 12 Tahun yang Lahir Prematur, Alami Gangguan Saraf Punggung dan Sang Ibu Meninggal karena Serviks

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X