Mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari Tewas, Satu Polisi Jadi Tersangka

Kompas.com - 07/11/2019, 13:18 WIB
SPDP kasus tewasnya mahasiswa UHO Kendari dari Polda Sultra KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATISPDP kasus tewasnya mahasiswa UHO Kendari dari Polda Sultra

KENDARI, KOMPAS.com - Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) atas kasus tewasnya Randi (21) Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) dalam unjuk rasa ribuan mahasiswa di Kendari pada 26 September 2019 beredar di publik.

Dalam SPDP itu, Polda Sultra secara resmi menetapkan Brigadir AM sebagai tersangka atas meninggalnya mahasiswa itu.

SPDP bernomor: B/129/XI/2019/Dit. Reskrimum bulan November yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Baca juga: Universitas Halu Oleo Tuntut Pengusutan Kematian 2 Mahasiswa secara Transparan

Dalam SPDP itu diterangkan bahwa pada Jumat 1 November 2019 telah dimulainya penyidikan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang atau karena lalainya menyebabkan mati atau luka.

Hal itu juga berdasarkan pasal 351 ayat 3 dan atau pasal 359 KUHP subsider pasal 360 ayat 1 dan ayat 2 yang dilakukan oleh tersangka AM (30), yang sehari-hari berprofesi sebagai anggota Polri.

Pada bagian paraf di bagian sisi kiri tertera Direktur Resere dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) selaku penyidik Kombes Asep Taufik.

Tetapi, tidak ada goresan tanda tangan di atasnya.

Kepala Subdit Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Humas Polda Sultra Kompol Dolfi Kumaseh saat dikonfirmasi membenarkan SPDP yang beredar itu.

Namun, ia belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena harus menunggu rilis resmi.

"Iya, benar. Tapi itu akan dirilis oleh Mabes Polri dalam waktu dekat. Mudah-mudahan secapatnya karena itu merupakan kewenangan Mabes Polri yang akan merilis sebab mereka yang menangani,” ungkap Dolfi dikonfirmasi, Kamis (7/11/2019).

Baca juga: Mahasiwa Universitas Halu Oleo Kendari Tewas Tertembak, Karangan Bunga Kapolda Jatim Dikembalikan

Diberitakan sebelumnya, Brigadir AM merupakan salah satu dari 6 anggota polisi yang menjalani sidang disiplin dan terbukti membawa senjata saat pengamanan demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra pada 26 September 2019.

Hasil sidang disiplin, AM bersama 5 oknum polisi lain mendapat sanksi disiplin penundaan gaji berkala, tunda kenaikan pangkat, tunda pendidikan selama satu tahun, hingga kurungan selama 21 hari serta teguran tertulis.

Keenam oknum polisi itu berinisial DK, GM, MA, H, MI dan E. Saat ini mereka menjadi fokus terperiksa oleh Divisi Propam Mabes Polri. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa Guru Ngaji di Makassar yang Diduga Cabuli Muridnya

Polisi Periksa Guru Ngaji di Makassar yang Diduga Cabuli Muridnya

Regional
Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

Regional
Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1.000 Titik Jaringan Internet pada 2020

Gunungkidul Bangun 1.000 Titik Jaringan Internet pada 2020

Regional
Semua Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Semua Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X