Menyoal Prostitusi Online, Pakai Tagar Khusus di Twitter hingga Modus Perdagangan Orang

Kompas.com - 07/11/2019, 11:44 WIB
Polisi membawa pria berinisial SD yang diduga sebagai mucikari dalam kasus dugaan prostitusi yang melibatkan finalis Putri Pariwisata tahun 2016 berinisial PA. AntarafotoPolisi membawa pria berinisial SD yang diduga sebagai mucikari dalam kasus dugaan prostitusi yang melibatkan finalis Putri Pariwisata tahun 2016 berinisial PA.
Editor Rachmawati


Banyak terjadi

Frans menyebut praktik prostitusi online yang memanfaatkan media sosial banyak terjadi di seluruh Indonesia. Tapi tidak semuanya bisa diusut oleh polisi karena sebagian pelaku prostitusi bertindak sendiri.

"Kalau pribadi enggak bisa (diusut) kalau jaringan baru bisa," kata Frans.

Novelina Purba, data scientist di Indonesia Indicator yang pernah melakukan studi tentang prostitusi online, mengatakan ada beberapa akun di media sosial yang memasarkan prostitusi dengan menggunakan tagar-tagar tertentu dan ada indikasi jumlah akun tersebut bertambah setiap tahun.

Baca juga: Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online Pelajar di Tasikmalaya

Kebanyakan akun berlokasi di Pulau Jawa, dengan jumlah akun tertinggi di Yogyakarta.

Salah satu tagar yang banyak dipakai adalah #OpenBO. BO merupakan singkatan dari "booking out" yang berarti menyewa jasa seks. Layanan lainnya yang ditawarkan ialah VCS alias video call sex atau seks lewat panggilan video.

Berdasarkan pengamatannya, Novelina mengatakan ada akun yang mempromosikan dirinya sendiri, ada juga yang mempromosikan akun orang lain.

Kebanyakan akun yang mempromosikan diri memajang foto perempuan.

Baca juga: Kasus Prostitusi PA, Mucikari Masih Mahasiswa hingga Berhasil Ditangkap

Menurut Novelina, para pelaku prostitusi memanfaatkan platform media sosial untuk promosi karena jangkauannya lebih luas. Media sosial Twitter secara khusus dipilih karena sifatnya lebih terbuka.

"Dari nature-nya, Twitter itu kan lebih cepet. Dan dia lebih terbuka, eksposenya lebih tinggi dibandingkan di Facebook.

"Karena kalau di Facebook, pertemanannya itu kan lebih intim karena kalau saya mau berteman kan harus ada persetujuan dari kedua pihak. Sementara kalau Twitter itu kan bisa satu arah saja," ujarnya.

Novelina menjelaskan, banyak akun prostitusi membagikan tautan atau nomor WhatsApp mereka.

Baca juga: Kapolda Jatim: Mucikari PA Terkait dengan Kasus Prostitusi Artis VA

Beberapa akun lain mengundang calon pelanggan untuk menghubungi mereka via pesan langsung atau DM. Sehingga interaksi jual-beli jarang dilakukan di akun itu sendiri.

"Sangat jarang terjadi interaksi dua arah pada kasus ini, kemungkinan untuk menjaga kerahasiaan detail pengguna jasa maupun pelapak. Kebanyakan twit hanya mendapat ritwit dan like."

Novelina menambahkan, walaupun banyak akun prostitusi di Twitter tampak mempromosikan diri mereka sendiri, mereka punya irisan pertemanan yang mengindikasikan adanya jejaring.

Baca juga: Kapolda Jatim: Mucikari PA Terkait dengan Kasus Prostitusi Artis VA

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

Regional
Ayah dan Anak Korban Tanah Longsor Tarakan Ditemukan dalam Keadaan Berpelukan

Ayah dan Anak Korban Tanah Longsor Tarakan Ditemukan dalam Keadaan Berpelukan

Regional
3 Rumah Tertimbun Tanah Longsor di Kota Tarakan, 4 Orang Tewas

3 Rumah Tertimbun Tanah Longsor di Kota Tarakan, 4 Orang Tewas

Regional
Cerita Tetangga Rumah Tua Milik Mantan Bupati yang Fotonya Viral di Media Sosial

Cerita Tetangga Rumah Tua Milik Mantan Bupati yang Fotonya Viral di Media Sosial

Regional
Cegah Potensi Penularan Covid-19, Begini Cara Pondok Pesantren Tebuireng

Cegah Potensi Penularan Covid-19, Begini Cara Pondok Pesantren Tebuireng

Regional
Cerita Santri dari Tempat Isolasi di Banyumas: Makan Tepat Waktu, 4 Sehat 5 Sempurna

Cerita Santri dari Tempat Isolasi di Banyumas: Makan Tepat Waktu, 4 Sehat 5 Sempurna

Regional
Ganjar Telepon Gus Miftah, Minta Batalkan Pengajian di Pemalang

Ganjar Telepon Gus Miftah, Minta Batalkan Pengajian di Pemalang

Regional
523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

523 Kasus Aktif Covid-19 di NTB, Pemprov Jamin Ruang Isolasi Masih Mencukupi

Regional
Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Pasien Covid-19 Membeludak, Gedung Isolasi RSUD Tasikmalaya Penuh

Regional
Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Atlet Arum Jeram Tanam Pohon dan Sebar Bibit Ikan di Sungai Wisata Pertama di Jatim

Regional
2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

2 ASN di Nunukan Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Transmisi Lokal

Regional
13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

13 Pasien Sembuh dari Covid-19, Kabupaten Ende Bebas dari Corona

Regional
Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Pembunuhan Berencana Pengusaha Rental Mobil, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Regional
Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Polisi: Kecelakaan Maut di Jalintim Timur Berawal dari Mobil Putih yang Mengebut

Regional
Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Baru 2 Minggu Bekerja Menyelam Cari Emas, Siswa SMA Tewas Tertimbun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X