Kompas.com - 06/11/2019, 10:22 WIB
Petugas KSDA Garut, Perhutani dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bersama tokoh lingkungan Garut bersiap melepasliarkan tiga kukang Jawa di kawasan hutan Cagar Alam Kamojang, Selasa (5/11/2019) malam KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGPetugas KSDA Garut, Perhutani dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat bersama tokoh lingkungan Garut bersiap melepasliarkan tiga kukang Jawa di kawasan hutan Cagar Alam Kamojang, Selasa (5/11/2019) malam

GARUT, KOMPAS.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar, melalui KSDA Wilayah V Garut, melepasliarkan tiga ekor kukang jawa atau Nycticebus javanicus di kawasan Cagar Alam Kamojang, Selasa (5/11/2019) malam.

Ketiga Kukang Jawa tersebut didapat dari serahan warga Garut ke KSDA Wilayah V Garut.

Kepala Seksi KSDA Wilayah V Garut Dodi Arisandi mengungkapkan, sebenarnya ada lima ekor kukang jawa yang diserahkan warga.

Namun, dua di antaranya kondisinya belum siap dilepasliarkan hingga perlu menjalani rehabilitasi dan diserahkan ke Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan.

Baca juga: Dua Ekor Kukang Jawa Serahan Warga Sukabumi Sudah Dilepasliarkan

“Dua kukang yang belum dilepasliarkan, gigi taringnya dicabut, bahkan yang satunya hampir semua giginya dicabut permanen, padahal gigi ini jadi alat untuk mereka bertahan hidup di alam liar,” kata Dodi.

Sementara, tiga ekor kukang jawa yang dilepasliarkan, dari hasil pemeriksaan tim medis di Pusat Konservasi Elang Kamojang dan Taman Satwa Cikembulan, ketiganya dinyatakan sehat dan layak dilepasliarkan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dodi menuturkan, pelepasliaran sengaja dilakukan malam hari. Karena, kukang dikenal sebagai binatang nokturnal yang aktif di malam hari.

Penentuan kawasan Cagar Alam Kamojang sebagai lokasi pelepasliaran sendiri, karena kawasan ini memang menjadi habitat asli kukang jawa.

“Kami sudah survei lokasi pelepasliarannya, memang cocok, pakan banyak tersedia untuk mereka,” kata dia.

Kukang jawa sendiri, menjadi salah satu satwa endemik Pulau Jawa yang statusnya saat ini menjadi satwa dilindungi.

Dodi melihat, populasi kukang jawa di alam liar saat ini terus menurun. Hal ini terjadi karena berkurangnya habitat tempat hidupnya dan adanya perdagangan satwa dilindungi.

“Memang jadi incaran juga untuk dipelihara, padahal kukang jawa termasuk satwa dilindungi,” kata dia.

Dodi sendiri melihat, tingkat kesadaran masyarakat untuk tidak memelihara satwa dilindungi di Garut, sudah mulai mengalami peningkatan.

Baca juga: Satwa Dilindungi Kukang Jawa Ditemukan di Sawah

 

Buktinya adalah adanya penyerahan kukang jawa dari lima orang warga Garut yang memeliharanya. Mereka, secara sukarela menyerahkan satwa peliharaannya ke KSDA Garut.

“Kita berharap kesadaran masyarakat terus meningkat hingga tidak ada lagi warga yang memelihara satwa yang dilindungi, satwa-satwa liar ini, lebih bermanfaat hidup dialam liar, karena mereka punya fungsi menyeimbangkan ekosistem,” kata dia.

Pelepasliaran tiga kukang jawa sendiri, disaksikan oleh perwakilan dari Perum Perhutani KPH Garut, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat dan penggiat lingkungan di Kabupaten Garut.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut yang secara resmi diundang tidak hadir dalam pelepasan tersebut. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X