Satwa Dilindungi Kukang Jawa Ditemukan di Sawah

Kompas.com - 02/03/2019, 23:26 WIB
Prosesi penyerahan sukarela seekor kukang dari seorang warga, Guruh (kiri) kepada Humas PMI Ahmad Fikri di PMI Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019) DOK : PMI KABUPATEN SUKABUMIProsesi penyerahan sukarela seekor kukang dari seorang warga, Guruh (kiri) kepada Humas PMI Ahmad Fikri di PMI Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019)

SUKABUMI, KOMPAS.com - Seekor satwa dilindungi jenis kukang Jawa (Nycticebus javanucus) diserahkan warga secara sukarela.

Satwa dilindungi itu diserahkan Guruh (30), warga Kecamatan Cisaat, ke Markas PMI di Jalan Raya Sukabuni-Bogor, Ciseureuh, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019) siang.

"Kami hari ini kembali menerima seekor kukang secara sukarela dari warga," kata Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Hondo Suwito seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu petang.

Dia menuturkan, seekor kukang yang diserahkan ini merupakan temuan warga di areal persawahan di wilayah Mangkalnya. Saat itu, warga yang menemukan kukang dalam perjalanan pulang ke rumahnya pada Jumat malam.


"Melihat kukang, dia langsung menyelamatkannya dan membawa ke rumahnya," tuturnya.

Baca juga: Kukang Jawa Terancam Tinggal Cerita

Namun, dia melanjutkan, karena kesulitan memberikan makan, akhirnya penemu kukang itu mencari informasi di internet hingga akhirnya mendapatkan pemberitaan penyerahan kukang ke PMI Kabupaten Sukabumi.

"Akhirnya penemu kukang menyerahkannya kepada kami. Penyerahan sukarela kukang ke PMI Kabupaten Sukabumi kali ini merupakan yang kelima," kata Hondo.

Menurut dia, untuk penyelamatan satwa dilindungi ini, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) di Kecamatan Nyalindung. Rencananya, kukang ini akan dievakuasi ke PPSC, Minggu (3/3/2019).

"Agar bisa ditangani dan mendapatkan rehabilitasi serta bisa dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya," ungkapnya.

Kukang Jawa merupakan salah satu satwa dilindungi Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

7 Fakta Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung karena Ayah dan Ibu Tewas Digigit Ular, Kerja Serabutan Agar Adik Tetap Sekolah

Regional
Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Perusahaan China Siap Investasi Rp 2 Triliun di Aerocity Kertajati

Regional
Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Kesal Ditagih Utang Minuman Arak, Pemuda Bunuh Kakek dan Lari ke Depok

Regional
Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Atasi Anak Kecanduan Gawai, Indonesia Harus Belajar ke Jepang

Regional
Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Ratusan Personel TNI-Polri Siaga di Mimika Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Pasutri Tewas Digigit Ular, Ini Cerita Warga

Regional
19 Tahun Hidup di 'Dunia Malam' Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

19 Tahun Hidup di "Dunia Malam" Lokalisasi Sunan Kuning: Saya Sudah Betah di Sini...

Regional
Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Kabupaten Lingga Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman dari Jambi

Regional
Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

[POPULER NUSANTARA] Gara-gara Pilkades, Warga Boikot Hajatan | Kasus Motivator Tempeleng 10 Siswa

Regional
Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Tengok Rumah Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Bupati Cianjur Jamin Masa Depan Anak-anak Korban

Regional
Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Regional
Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Fakta di Balik Tini Diboikot Warga gara-gara Beda Pilihan Pilkades di Sragen

Regional
Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Fakta Lengkap Motivator Tempeleng Siswa, Korban Jadi 10 hingga Pelaku Minta Maaf

Regional
Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Cerita di Balik Penutupan Lokalisasi Sunan Kuning, Berdiri Sejak 53 Tahun dengan Omzet 1 Miliar Per Malam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X