Kompas.com - 31/10/2019, 11:15 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia berencana membentuk provinsi baru di Papua, program pemekaran yang sejak 2014 dihentikan sementara di seluruh Indonesia.

Sabtu (29/10/2019) lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan ada dua aspirasi yang masuk untuk pemekaran wilayah Papua, yakni di kawasan Papua Selatan dan Papua Pegunungan.

Menurutnya, dari kedua kawasan itu, yang sudah siap menjadi provinsi baru adalah Papua Selatan.

"Pemerintah pusat kemungkinan mengakomodir hanya penambahan dua provinsi. Ini yang sedang kami jajaki. Yang jelas, Papua Selatan sudah oke," kata Tito kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Baca juga: Menteri Tito Sebut Pemekaran Papua Didasarkan pada Analisis Intelijen

Namun demikian, perwakilan ratusan suku di Papua merasa tak pernah mengusulkan atau dilibatkan oleh pemerintah pusat dalam perencanaan tersebut.

Sementara akademisi menilai pemerintah pusat semestinya lebih dulu fokus mengevaluasi pengucuran dana otonomi khusus yang akan berakhir tahun 2021.

Rencana pemekaran wilayah Papua dianggap tidak tepat karena pelaksanaan otonomi khusus selama 20 tahun di wilayah itu masih jalan di tempat.

Penilaian itu dikatakan oleh Direktur Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah, Robert Endi Jawang.

Baca juga: Pemerataan SDM Unggul, Pemerintah Diminta Lanjutkan Beasiswa Bidikmisi di Papua

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, ikut melakukan Tarian Seka bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.AFP/ISTANA KEPRESIDENAN INDONESI Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, ikut melakukan Tarian Seka bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.

Mengutip kajian Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir, ia menyebut Papua selalu meraih skor paling negatif dalam indeks pembangunan manusia maupun indeks kemiskinan.

Menurut Robert, sebelum jauh membentuk pemerintahan daerah baru yang bakal menyedot anggaran negara, pemerintah seharusnya lebih dulu membuat secara rinci peta jalan pembangunan Papua.

"Yang paling mendesak adalah sikap pemerintah terkait dana otsus. Yang ditunggu, apa strategi pemerintah setelah dana otsus selesai?" kata Robert via telepon, Rabu (30/10/2019).

Baca juga: Rencana Pemekaran, Ini Kekhawatiran Ketua DPR Papua

"Janji otsus membuat rakyat Papua lebih sejahtera, meningkatkan pendidikan dan kesehatan jauh panggang dari api."

"Alasan Papua luas dan persoalannya begitu kompleks sehingga pemekaran dianggap solusi, bisa saja, tapi tidak boleh tiba-tiba muncul," ujar Robert.

Selama September 2018 hingga Maret 2019, tingkat kemiskinan Papua meningkat 0,1% ke angka 27,53 atau yang tertinggi di Indonesia, menurut data BPS.

Sebagai perbandingan, angka kemiskinan secara nasional rata-rata berada di angka 9,41.

Baca juga: Rencana Pemekaran Tanah Papua yang Menguat...

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana, berswafoto bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.AFP/ISTANA KEPRESIDENAN INDONESI Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, didampingi Ibu Negara Iriana, berswafoto bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.

Di sisi lain, BPS mencatat bahwa 10 kabupaten di Papua memiliki indeks pembangunan manusia terendah di Indonesia.

Mayoritas kabupaten itu, antara lain Nduga, Lanny Jaya, Puncak Jaya, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang berada di kawasan pegungunan tengah.

Dari segi regulasi, kata Robert Endi Jawang, pemekaran wilayah tidak dapat dilakukan karena peraturan pelaksana UU 23/2014 tentang otonomi daerah belum disahkan.

"Tanpa dua peraturan pemerintah itu tidak boleh ada pemekaran. Papua dianggap khusus, tapi tetap harus mengikuti norma UU 23/2014."

Baca juga: Mahfud MD: Pendekatan Militer di Papua kalau Diperlukan, Misalnya Ada Separatisme...

"Kalau dimekarkan di luar rancangan, hal serupa nanti mesti berlaku juga untuk daerah lain dari Aceh, Jogja, dan Jakarta," kata Robert.

Namun Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik, mengklaim rencana pemekaran wilayah Papua tidak terlepas dari evaluasi otonomi khusus dan program penataan provinsi itu.

Akmal berkata, Kementerian Dalam Negeri akan segera melaksanakan perintah Jokowi untuk mengkaji rencana pemekaran wilayah di Papua.

Baca juga: Rencana Pemekaran Provinsi Papua Selatan, Sri Mulyani Siap Atur Anggaran

"Kita selalu mengkaji efektivitas pelaksanaan otsus Papua, termasuk berbagai opsi apakah perlu pemekaran karena luas geografinya," kata Akmal.

"Kebetulan belakangan ada perintah Presiden untuk mengkaji kemungkinan pemekaran."

"Kajian itu bagaimana teknis dan prosedurnya, mekanisme pegawai, batas wilayah dan aparaturnya. Keputusan tetap di tangan presiden, tugas," ujarnya.

Baca juga: Tantangan Digitalisasi Sekolah di Papua, Perhatikan Dua Faktor Ini

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, berswafoto bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.AFP/ISTANA KEPRESIDENAN INDONESI Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, berswafoto bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.

Adapun, wacana pemekaran wilayah dipertanyakan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP), Timotius Murib. Ia menganggap pemekaran wilayah bukan solusi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat asli Papua.

"Mayoritas dari 250 suku asli Papua tidak menginginkan pemekaran. Kabupaten yang ada harus berpikir bagaimana menyejahterakan masyarakat. Dengan otsus saja, orang asli Papua tetap menderita," ujarnya.

Yang disayangkan Murib, MRP tidak dilibatkan dalam menyusun rencana pengembangan pemerintahan daerah baru di Papua.

Baca juga: 743 Kilometer Trans-Papua Barat Sudah Beraspal

Padahal merujuk pasal 76 pada UU 21/2001, pemekaran provinsi Papua harus dilakukan dengan persetujuan MRP dan DPRD, selain pertimbangan kesiapan sumber daya manusia, sosial-budaya dan kemampuan ekonomi daerah.

"Dari 13 kali kunjungan ke Papua, Jokowi tidak pernah, sekali lagi, tidak pernah bertemu representasi kultural masyarakat Papua yang disebut MRP. Kami lembaga negara, tapi Jokowi tidak pernah ketemu kami."

"Jadi yang ingin pemekaran itu adat mana, agama mana? Kalau mau berbuat sesuatu, pemerintah pusat harus duduk di honai bersama MRP," kata Murib.

Baca juga: Mendagri Pastikan Papua Selatan Siap Jadi Provinsi Baru

Isu pemekaran Papua muncul 10 September lalu. Saat itu di Istana Merdeka, Jakarta, Jokowi bertemu sejumlah orang yang diklaim pemerintah sebagai representasi warga asli Papua--pernyataan yang dibantah pimpinan adat dan pegiat HAM Papua.

Satu dari 10 hal yang disampaikan kepada Jokowi kala itu adalah pemekaran provinsi di lima wilayah adat Papua.

Baca juga: Diduga Pembunuh 3 Pengemudi Ojek Sama dengan Penembak Helikopter di Puncak Papua

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, ikut melakukan Tarian Seka bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.AFP/ISTANA KEPRESIDENAN INDONESI Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, ikut melakukan Tarian Seka bersama warga yang menyambut kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Minggu (27/10/2019). Dalam kunjungannya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana menikmati senja di Kaimana dengan duduk di tepi anjungan Laut Arafuru saat langit mulai memerah.

Dan pada kunjungan kerja di Wamena, 28 Oktober lalu, Jokowi membicarakan kembali 'aspirasi' tersebut.

"Sebetulnya saya ngomong apa adanya. Sudah saya sampaikan sejak awal kita telah moratorium. Tidak ada pemekaran di seluruh Indonesia," kata Jokowi.

"Begitu dibuka satu yang lain pasti antre di depan kantor setiap hari. Tapi khusus untuk Pegunungan Tengah... jangan tepuk tangan dulu... akan saya tindaklanjuti," ucapnya.

Baca juga: Menghadap Mahfud MD, Tito Sampaikan Kondisi Terkini Papua

Hingga Januari 2018, menurut data Kementerian Dalam Negeri, terdapat 314 usulan pembentukan daerah otonom baru.

Walau merupakan hak konstitusional pemda, pemerintah menganggap program itu selama ini tak efektif mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2014, sempat muncul juga usulan pemekaran Papua. Namun Menteri Dalam Negeri saat itu, Tjahjo Kumolo, menilai daerah otonom baru justru membebani APBN dan bukan jawaban atas kemiskinan Papua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.