Sejarah Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup Pemkot Semarang, Diresmikan Tahun 1966 oleh Wali Kota

Kompas.com - 19/10/2019, 06:06 WIB
Lokalisasi Sunan Kuning atau Resosialisasi Argorejo Semarang KOMPAS.com/RISKA FARASONALIALokalisasi Sunan Kuning atau Resosialisasi Argorejo Semarang
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - 15 Agustus 1966, Wali Kota Semarang Hadi Subeno meresmikan Lokalisasi Argorejo yang dipusatkan di kawasan Sunan Kuning, Semarang.

Pembentukan lokalisasi yang berada di Semarang bagian barat, tepatnya di Kelurahan Kalibanteng Kulon diperkuat dengan SK Wali Kota Semarang Nomor 21/15/17/66.

Lokalisasi Argorejo tidak populer di telinga masyarakat Semarang. Mereka lebih sering menyebutnya SK atau Sunan Kuning.

Sunan Kuning adalah tokoh ulama penyebar agama Islam di tanah Semarang, yang petilasannya berada tepat di samping lokalisasi Argorejo.

Baca juga: Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Resmi Ditutup

Berawal dari bukit dengan dua rumah

Kawasan bebas prostitusi Argorejo atau Sunan Kuning.KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Kawasan bebas prostitusi Argorejo atau Sunan Kuning.
Bambang Iss Wijaya, sejarahwan dan penulis buku Ough! Sunan Kuning (1966-2019) bercerita awalnya lokalisasi tersebut hanya sebuah bukit dengan sedikit rumah..

Dilansir dari Tribunnews.com, Bambang menjelaskan bahwa di kawasan tersebut terdapat makam tokoh penyebar agama Islam di Indonesia keturunan Cina yang dikenal dengan nama Sunan Kuning.

Sunan Kuning hidup sekitar tahun 1740 M.

Saat meninggal, Sunan Kuning yang juga memiliki nama lain Raden Mas Garendi dimakamkan di Bukit Pekayangan Jalan Sri Kuncoro I RT 6 RW 2 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Baca juga: Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Lalu pada tahun 1962, Pemerintah Kota Semarang menetapkan komplek lokalisasi di sebelah makam Sunan Kuning. Lokalisasi tersebut kemudian diresmikan pada tahun 1966.

Komplek lokalisasi itu untuk menampung para wanita pekerja seksual ( WPS) yang sering mangkal di Stasiun Tawang, Bugangan Raya, Sebandaran, Jembatan Mberok, Jalan Stadion, Jagalan, Banjir Kanal Barat, Simpang Lima hingga Karang Kembang.

Bambang bercerita di tahun 1960-a, hanya ada dua rumah wilayah Argorejo

Sebelum mendatapatkan legalitas, menurut Bambang, lokalisasi tersebut bernama Sri Kuncoro.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Regional
Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Regional
Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Regional
Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Regional
Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Regional
Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Regional
Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Regional
'Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas'

"Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas"

Regional
Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Regional
Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Regional
Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Regional
Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Regional
TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X